Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Kepala BNPT: Kelompok Ekstremis-Teroris Salahgunakan Internet Untuk Propaganda Dan Pendanaan
Jumat, 25 November 2022 21:04 WIB
Sebelumnya
Selain dihadiri perwakilan negara-negara sahabat, pertemuan ini juga diikuti oleh perusahaan teknologi, seperti Microsoft, Meta, Tik Tok, YouTube, dan Google.
Baca juga : BNPT: Pancasila Substansi Perintah Tuhan Dalam Agama Untuk Persatuan Indonesia
Aqaba Process merupakan sebuah inisiatif yang dibuat oleh King Abdullah II dari Kerajaan Yordania pada tahun 2015 untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama di bidang keamanan dan militer.
Baca juga : Piala Presiden Esports 2022 Siapkan Atlet Untuk Kejuaraan Dunia
Serta, merupakan wadah saling bertukar keahlian dan informasi di antara pemangku kepentingan di tingkat global dan regional untuk menanggulangi terorisme dan ekstremisme kekerasan dengan pendekatan holistik. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya