Dark/Light Mode

Reshuffle Kabinet Tak Akan Reda Karena Jokowi Belum Bicara

Senin, 24 Agustus 2020 06:19 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Instagram/jokowi)
Presiden Jokowi (Foto: Instagram/jokowi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu soal reshuffle kabinet datang silih berganti. Meski pihak Istana sudah berulang kali membantah, isu tersebut datang lagi-datang lagi. Sepertinya, isu reshuffle nggak akan reda sebelum Presiden Jokowi sendiri yang bicara.

Isu reshuffle kabinet pertama kali muncul saat video Presiden Jokowi marah-marah dalam Rapat Kabinet Paripurna pada 18 Juni lalu diunggah pihak Istana ke Youtube pada 28 Juni. Setelah itu, isu tersebut terus berkembang. Memang beberapa kali meredup, tapi kemudian muncul lagi. Yang terbaru, muncul dari mulut Ketua Presidium ‎Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, yang menyebut Presiden Jokowi akan merombak 18 menteri.

Baca juga : Soal Reshuffle, Fadjroel Bilang Tidak Ada, Lainnya Ngarep Banget

Isu ini pun sudah dibantah pihak Istana. Menteri Sekretaris Negara Pratikno memastikan, yang dikatakan Neta tidak benar. "Kita semua terkejut dengan rilis yang mengatakan ada 18 menteri yang akan di-reshuffle. Itu tidak benar," tegas Pratikno, di Jakarta, Sabtu (22/8).

Jubir Presiden Fadjroel Rachman juga membantah. Dia memastikan, para menteri tengah fokus bekerja menyelesaikan krisis. "Sekali lagi, tidak ada reshuffle kabinet," tegasnya, kemarin.

Baca juga : Pintu Akses Tunggal di Stasiun Tanah Abang Kini Berlaku Setiap Hari

Lantas, bagaimana isu reshuffle dari kacamata para analis? Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurniasyah melihat, isu reshuffle ini tidak akan reda kalau cuma dibantah menteri atau staf-staf Istana. Isu tersebut baru akan padam setelah Jokowi bicara langsung. “Untuk meredakan, Presiden sendiri yang perlu turun lisan. Setidaknya memberikan pernyataan secara langsung," ucapnya, tadi malam.

Pernyataan Presiden soal kejelasan ada tidaknya reshuffle memungkinkan menghentikan spekulasi publik. "Selain itu, Presiden perlu memastikan jika statement yang keluar tidak ada lagi yang menganulir, terlebih itu dilakukan oleh struktur di bawahnya," ungkapnya.

Baca juga : Jokowi Berusaha Nyenengin Semua Orang

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menegaskan, ada tidaknya reshuffle itu terserah Jokowi. Namun, dia melihat, reshuffle masih sangat mungkin. Sebab, banyak PR yang harus diselesaikan Jokowi. Baik dari sisi ekonomi, kesehatan, pertahanan, maupun keamanan dan penegakan hukum. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.