Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Ditugaskan `Taklukkan` NU, Muhammadiyah Dan MUI
Pak Pratik Banyak Taktik
Selasa, 20 Oktober 2020 06:28 WIB
Sebelumnya
Yang baru memberikan tanggapan agak panjang baru Waketum MUI KH Muhyiddin Junaidi. Dia menyambut baik naskah asli UU Ciptaker yang diantar langsung Pratikno. Menurutnya, sumber kegaduhan selama ini, antara lain karena publik belum tahu yang mana naskah asli.
Setelah naskah ini diterima, kata dia, MUI akan melakukan kajian. Baru kemudian menyampaikan pandangan dalam waktu dekat. Apakah menolak atau menerima.
Baca juga : Ida Tak Mempan, Coba Luhut...
"Kami tidak menolak penyederhanaan undang-undang. Kami tidak mau membonsai undang-undang, apabila merugikan negara," kata Muhyidin, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Pakar komunikasi politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, keputusan menunjuk Pratikno untuk menyambangi langsung pucuk pimpinan 3 ormas Islam yang selama ini menolak UU Ciptaker bagian strategi Presiden Jokowi.
Baca juga : Jangan Takut Divaksin, Tubuh Jadi Kebal dari Penyakit
"Bagi kita, itu bukan hanya strategi, tapi operasi secara halus. Kalau ada hal-hal khusus, yang diperintahkan 2 orang. Pratikno dan Luhut," kata Ujang, ketika berbincang dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.
Untuk masalah ini, Pratikno dianggap orang yang tepat. Karena gaya komunikasinya santai dan banyak taktik. Sehingga mudah diterima. Berbeda dengan Luhut, yang bertipikal eksekusi. "Makanya (Pratikno) sangat disayangi oleh Pak Jokowi, sampai 2 periode," tambahnya.
Baca juga : Anas Berat Harus Bayar 57 Miliar
Sebelumnya, sudah ada beberapa operasi Pratikno yang dinilai sukses. Antara lain ketika menyambangi UGM ketika gencar terjadinya penolakan RUU KPK. Ujang menduga, Jokowi mengharapkan taktik Pratikno juga mampu “menjinakkan” NU, Muhammadiyah, dan MUI. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya