Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Minta Berkas Djoko Tjandra
KPK Dicuekin Polri Dan Kejagung
Jumat, 13 November 2020 06:54 WIB
Sebelumnya
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan, pihaknya mencermati setiap fakta persidangan yang ada. Jika ditemukan fakta baru, penyelidikan akan dilakukan. Namun, untuk saat ini, KPK masih menunggu jalannya persidangan. "Maka, kita semua ikuti dan hormati setiap prosesnya," tutur Ali.
Apa kata Kejagung? Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono membantah tak menanggapi permintaan KPK. "Sudah menyetujui (permintaan KPK), seingat saya," ujarnya, di Kejagung, kemarin. Soal waktu persisnya, Ali mengaku lupa. "Sudah lama. Mungkin setelah surat itu kali, ya," seloroh Ali.
Baca juga : Minta Salinan Berkas Djoko Tjandra, KPK Dicuekin Polisi Dan Kejaksaan
Sementara, Polri belum menanggapi soal ini. Kepada Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Argo Yuwono tidak membalas pesan singkat yang dikirimkan.
Melihat hal ini, Indonesia Corruption Watch (ICW) ikut bersuara. ICW mendesak Polri dan Kejagung lekas menyerahkan salinan berkas dan dokumen kasus Djoko Tjandra ke KPK. "ICW mendesak agar Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri dapat kooperatif terhadap KPK," tegas peneliti ICW, Kurnia Ramadhana.
Baca juga : Indonesia Terbuka Dengan Kandidat Vaksin Covid Yang Cocok Dan Efektif
Kurnia menyebut, berkas itu penting bagi KPK untuk menyelidiki kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra. KPK bisa menelisik banyak hal. Salah satunya mencari tahu apa yang mendasari Djoko Tjandra mempercayai Pinangki untuk mengurus fatwa MA. Padahal, Pinangki tidak memiliki jabatan khusus di Kejagung. "Apakah mungkin ada petinggi institusi tertentu yang menjamin ia dapat membantu Joko S Tjandra?" tanyanya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya