Dark/Light Mode

Investigasi Awal KNKT, Sriwijaya Air Nggak Meledak Di Udara

Selasa, 12 Januari 2021 12:23 WIB
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. (Foto: ist)
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan investigasi awal pesawat Sriwijaya Air SJ182. Dari indikasinya terlihat pesawat tidak meledak di udara. Mesin dalam kondisi masih hidup sebelum pesawat membentur air. 

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengaku telah mengumpulkan data radar (ADS-B) dari Perum LPPNPI (Airnav Indonesia). Dari data tersebut, tercatat pesawat mengudara pada pukul 14.36 WIB, terbang menuju arah barat laut. 

Berita Terkait : BKS: Asuransi Korban Sriwijaya Air Harus Cepat Diberikan

Pada pukul 14.40 WIB pesawat mencapai ketinggian 10.900 kaki dan tercatat pesawat mulai turun. Data terakhir pesawat ada pada ketinggian 250 kaki. Terekamnya data sampai dengan 250 kaki mengindikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data. 

"Dari data ini KNKT menduga bahwa mesin masih dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air," katanya dalam keterangan resminya, Selasa (12/1). 

Berita Terkait : Sriwijaya SJ128 Tak Sedalam Lion JT610

Data lapangan lain yang didapat KNKT, kata Soerjanto, dari KRI Rigel adalah sebaran wreckage atau serpihan memiliki besaran dengan lebar 100 meter dan panjang 300-400 meter. 

"Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air," ungkapnya. 

Berita Terkait : Presiden Xi Sampaikan Dukacita Atas Kecelakaan Sriwijaya Air

Selain itu, temuan bagian pesawat yang telah dikumpulkan oleh Basarnas. Salah satunya adalah bagian mesin yaitu turbine disc dengan fan blade yang mengalami kerusakan. 

"Kerusakan pada fan blade menunjukkan bahwa kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan sistem pesawat masih berfungsi sampai dengan pesawat pada ketinggian 250 kaki," jelasnya. [KPJ]