Dark/Light Mode

Benny Susetyo, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP

Vaksin Penting Untuk Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Jumat, 15 Januari 2021 12:53 WIB
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Benny Susetyo (Foto: Istimewa)
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Benny Susetyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo secara resmi memulai penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac Rabu (13/1) pada pukul 10.00 WIB, di Istana Presiden, Jakarta. Selain itu, sejumlah pejabat, tokoh, artis, dan influencer, juga ikut diberikan suntikan vaksin CoronaVac dari Sinovac Biotech Ltd.

Dalam kesempatan ini, Jokowi kembali mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah dimulai vaksinasi Covid-19. Vaksinasi Covid-19 perdana ini dilakukan setelah mendapatkan izin darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan juga telah keluarnya fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Berita Terkait : Pemerintah Belum Izinkan Vaksinasi Covid-19 Mandiri

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun CNBC Indonesia, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, Indonesia sudah memesan sekitar 371 juta dosis vaksin Covid-19 dari beberapa perusahaan farmasi asing. Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, vaksin Covid-19 tersebut dipesan untuk kedatangan di 2021 dan 2022. Sebanyak 275 juta dosis vaksin yang dipesan akan diperoleh di 2021. 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan alasan Indonesia memesan ratusan juta vaksin dari berbagai negara. Alasannya, yakni karena kapasitas vaksin dunia terbatas. Berdasarkan perhitungannya, jumlah yang dibutuhkan dunia adalah 11 miliar dosis. Sedangkan, kemampuan dunia dalam memproduksi vaksin hanyalah 6,2 miliar dosis per tahun. Jumlah tersebut bahkan sudah mencakup vaksin penyakit lainnya seperti polio, rubella, campak, dan sebagainya. 

Berita Terkait : Disuntik Vaksin, Bamsoet Senang Jadi Bagian Dalam Upaya Atasi Pandemi Covid-19

Budi berharap, Indonesia bisa menyelesaikan program vaksinasi dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya. Karena jika semakin lama program ini dimulai, selesainya pun akan semakin lama. Hal ini tentunya akan membuat semakin banyak korban jiwa yang berjatuhan.

Hal ini tentunya harus didukung dengan kesadaran masyarakat untuk peduli dan mau untuk vaksinasi. Kesadaran bersama masyarakat ini tentunya akan sangat membantu dalam memutus rantai penyebaran virus. Selain itu, upaya untuk mencegah agar rantai penularan dan memperkuat imunitas sangat penting bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Berita Terkait : Menkes BGS Dan Sejumlah Tokoh Ikut Divaksin Bareng Jokowi

Dibutuhkan kerelaan warga negara untuk berpartisipasi dengan kesadaran sendiri mau divaksin sebagai tanggung jawab moral terhadap keselamatan sesama. Hukum tertinggi cinta kepada keselamatan sesama untuk itu membutuhkan kesadaran bersama masyarakat untuk mau divaksin. Demi sesama, keluarga, lingkungan sekitar kita.

Dengan vaksin, diharapkan penyebaran virus dapat diputus. Tetapi, lebih penting lagi masyarakat harus mengubah perilaku hidup dengan mentaati protokol kesehatan. Hanya perubahan perilaku dan kedisiplinan menjalan protokol kesehatan bangsa akan mampu mengatasi problem yang berat ini. Kita yakin dengan tradisi gotong royong dan nilai-nilai persaudaraan anak bangsa, akan mampu mengatasinya.***