Dark/Light Mode

Ribka Dilarang Bicara Apapun

“Harap Maklum Ya Dik, Nanti Alam Yang Bicara”

Minggu, 24 Januari 2021 07:40 WIB
Ribka Tjiptaning. (Foto: Dok DPR RI)
Ribka Tjiptaning. (Foto: Dok DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penolakan Ribka Tjiptaning untuk divaksin Corona berbuntut panjang. Bukan hanya digeser dari Komisi IX DPR (Kesehatan) ke Komisi VII DPR (energi), politisi PDIP ini juga dilarang berbicara ke publik.

Sosok Ribka menjadi sorotan karena sikap tegasnya menolak divaksin Corona buatan Sinovac, China. Penolakan tersebut dia sampaikan saat Rapat Kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, belum lama ini.

Berita Terkait : Bu Mega, Banteng Begini Sih Sikat Saja

Dia beralasan, Sinovac belum melewati uji klinis tahap ketiga dan vaksin justru memperburuk keadaan. Dia mencontohkan, vaksin polio yang justru bikin orang lumpuh, atau kaki gajah.

Penolakan Ribka ini menjadi omongan. Pasalnya, penulis buku Aku Bangga Jadi Anak PKI ini berasal dari PDIP, partai utama pendukung pemerintahan Jokowi.

Baca Juga : Mega Banjir Ucapan (Pujian Dan Kritikan)

Gara-gara sikapnya itu, dia langsung ditegur partainya. Meski sudah ditegur, Ribka masih juga ngegas menolak vaksin. Akibatnya, dia digeser oleh partainya ke Komisi VII yang membidangi energi.

Sejak digeser, Ribka mulai irit bicara ke media. Saat Rakyat Merdeka meminta tanggapannya soal Bupati Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Purnomo yang terpapar Corona meski sudah divaksin, Jumat (22/1), Ribka tiarap alias tidak mau bicara dulu.

Baca Juga : Dibidik Klub Eropa, Beckham Putra Angkat Bicara Soal

Dengan sopan, dia meminta, Rakyat Merdeka memahami kondisi yang terjadi dengan dirinya. “Aku mohon maaf ya dik, tidak boleh bicara apapun dengan wartawan. Mohon dimaklumi. Nanti alam yang menjawab,” tutur Ribka melalui pesan WhatsApp kepada Rakyat Merdeka.

Rakyat merdeka mencoba mengkonfirmasi pernyataan Ribka tersebut ke PDIP, namun mereka memilih bungkam. Salah satunya, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno yang mengaku tidak mengetahui adanya perintah dari partai agar Ribka tidak berbicara dengan media.
 Selanjutnya