Dark/Light Mode

Siloam Hospitals Ambon Bagikan Tips Cegah Peradangan Sendi

Senin, 25 Januari 2021 10:39 WIB
Siloam Hospitals Ambon Bagikan Tips Cegah Peradangan Sendi

RM.id  Rakyat Merdeka - Siloam Hospitals Ambon mengingatkan publik untuk cegah peradangan serius pada sendi atau disebut osteoarthritis.

Spesialis orthopaedi, Traumatologi, Konsultan Panggul dan Lutut dari Siloam Hospitals Ambon dr. Wijaya Johannes Chendra mengatakan, seiring berjalannya usia, organ tubuh pada manusia turut mengalami penurunan fungsi, termasuk pada organ tulang.

"Osteoarthritis adalah jenis arthritis (peradangan sendi) yang paling sering terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku dan bengkak," kata dr. Wijaya dalam webinar yang diselenggarakan manajemen Siloam Hospitals Ambon bertajuk Kenali Gejala dan Penyebab Osteoarthritis dikutip Senin (25/1).

Osteoarthritis perlu diwaspadai karena bisa menyerang semua sendi. Terutama sendi di tulang tumpuan dan sendi di jari tangan, lutut, pinggul dan tulang punggung merupakan bagian sendi yang paling sering terkena.

Baca Juga : Pindah Ke Turki, Ozil Digaji Rp 1,2 Miliar Per Minggu

"Gejala yang timbul saat mengalami osteoarthritis akan berkembang secara perlahan," katanya.

Dia mengatakan, meskipun menyerang fungsi organ tulang, Osteoarthritis dapat diobati. Ia mengatakan terdapat dua metode yang bisa dilakukan, yaitu dengan cara konservatif atau melalui operasi. Ada banyak cara konservatif, seperti pemberian obat-obatan selama tiga bulan.

Dalam metode konservatif penderita juga bisa diberi suntikan ke dalam sendi. Tapi hanya diberikan pada tahap ringan. Jika pengapuran tulang dalam kondisi maksimal, tidak perlu lagi dilakukan suntik pada sendi. Termasuk dalam metode konservatif antara lain fisioterapi, kompres es, knee brave atau biasa dikenal dengan istilah decker.

Bisa juga melakukan modifikasi gaya hidup, kurangi aktifitas berat dan berlebihan seperti naik turun tangga, sepatu dengan hak tinggi pada perempuan.

Baca Juga : Madinah Masuk Daftar Kota Tersehat Sedunia Versi WHO

Pengobatan cara konservatif dapat pula melalui menjaga berat badan/BMI (Body Mass Index) ideal dan berolahraga.

"Olahraga ringan kami anjurkan, misalnya berjalan kaki, berenang secara perlahan atau bersepeda statik," katanya.

Pengobatan Osteoarthritis metode lainnya melalui cara operatif, yaitu dilakukan tindakan operasi berdasarkan faktor usia dan tingkat kerusakan tulang. Tindakan pada operasi tulang harus dilihat dari sisi usia dan derajat kerusakannya.

"Dalam tindakan operasi akan dilakukan melalui cara pelapisan pada tulang rawan di daerah sendi," terang dr. pungkas Wijaya.

Baca Juga : Diluncurkan Hari Ini, Gerakan Nasional Wakaf Uang

Menurutnya, lambatnya penanganan Osteoarthritis, akan memperburuk kondisi, persendian, yaitu semakin bengkak sehingga tidak dapat beraktifitas dengan baik.
 Selanjutnya