Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Uang senilai Rp 8 miliar dalam 84 kardus milik Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso, disimpan dalam 6 brankas atau lemari besi dalam kantor PT Inersia di Jl. Salihara, Pejaten, Jakarta Selatan.
“Kemarin, pada saat kami menemukan, uang itu diletakkan dalam kardus-kardus yang disusun secara rapi di sekitar 6 lemari besi di PT Inersia,” ungkap Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jumat (29/3) malam.
Baca juga : KPK: Uang Suap Bowo Untuk Serangan Fajar Pemilu 2019
Febri menjelaskan, sekitar Rp 1,5 miliar dari Rp 8 miliar itu merupakan pemberian dari Marketing Manajer PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti dalam 6 tahap.
Suap ini diberikan sebagai bagian dari komitmen fee, lantaran Bowo membantu PT Humpuss Transportasi Kimia mendapatkan kembali kontrak kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk jasa pengangkutan.
Baca juga : El Real Siapkan Rp 4,4 Triliun Boyong Mbappe
Sisanya, sekitar Rp 6 miliar sudah diidentifikasi sumbernya oleh KPK, yakni dari pihak-pihak yang ada keterkaitan jabatan dengan tersangka yang merupakan Anggota DPR RI ini.
“Karena itulah, KPK menggunakan pasal 12 B atau gratifikasi yang tidak dilaporkan dalam waktu 30 hari kerja,” bebernya.
Baca juga : KPK : Pelaksanaan Infrastruktur Paling Rawan Korupsi
Komisi antirasuah pun akan mendalami asal-usul uangnya. Selain itu, KPK juga akan mendalami bagaimana konversi uang dari ratusan juta rupiah dan pecahan dolar AS menjadi pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu.
“Bagaimana perubahan, misalnya, dari dugaan penerimaan berupa ratusan juta rupiah dan dolar AS, kemudian diubah menjadi 50 ribu dan 20 ribu. Kami duga, itu akan digunakan sebagai 'serangan fajar' untuk kepentingan pemilu legislatif. Karena, BSP ini menjadi calon anggota legislatif di Jawa Tengah,” terang Febri. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya