Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Politisi kelahiran 7 November 1974 itu, mengaku dicecar sekitar tujuh hingga delapan pertanyaan oleh penyidik. Ketika ditanya perihal materi pemeriksaannya, dia ogah terbuka.
“Materi yang ditanya ke saya, semua sudah saya sampaikan ke penyidik. Silakan tanya ke penyidik. Itu materi penyidikan,” tandas Yandri sambil melangkahkan kaki meninggalkan pelataran gedung KPK.
Dicecar pertanyaan lain, Yandri pakai jurus mingkem. Dia terus berjalan menyusuri lorong menuju keluar Gedung KPK. “Mana mobil saya?” tanya dia, kepada stafnya.
Baca juga : Kepala BPIP: Keluarga Benteng Dari Aksi Radikalisme Dan Terorisme
Sisanya, Yandri hanya tertawa-tawa saat dicecar berbagai pertanyaan lain. Di antaranya, soal hubungannya dengan Ihsan Yunus, politisi PDIP yang sama-sama duduk di Komisi VIII. “Apanya gimana hehehehehe,” ucap Yandri. Dia terus nyuekkin wartawan sampai masuk ke dalam mobilnya yang menunggu di depan Gedung KPK.
Seperti diketahui, Yandri merupakan anggota DPR kedua yang diperiksa KPK terkait korupsi bansos. Sebelum Yandri, politisi PDIP, Ihsan Yunus sudah lebih dulu digarap KPK. Tak hanya dipanggil sebagai saksi, penyidik KPK bahkan sempat melakukan penggeledahan di rumah milik kader banteng tersebut.
Sebenarnya, selain Ihsan, Indonesia Coruption Watch (ICW) menduga, ada satu lagi kader PDIP yang harus dipanggil KPK. Dia adalah Ketua Komisi III DPR, Herman Herry. Namun, hingga kemarin, kader PDIP itu belum pernah dipanggil sebagai saksi oleh KPK.
Baca juga : Kasus Suap Bansos, KPK Garap Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto
Dalam persidangan Senin (8/3) lalu, tersangka MJS sempat membeberkan aliran duit dari hasil korupsi bansos. MJS yang hadir sebagai saksi untuk tersangka Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja ini menyebut, duit haram yang dikumpulkannya itu, dialirkan ke banyak pihak. Mulai dari pejabat di lingkungan
Kemensos, DPR, BPK, hingga untuk honor penyanyi dangdut Cita Citata.
Di dunia maya, dipanggilnya kader PAN dalam kasus korupsi bansos ramai dibicarakan netizen. “JATAH BANSOS KE MANA MANA!” kata akun @cagubnyinyir2. “NAAAAAAHHHHHH !!!!!!!” timpal akun @145c131.
Baca juga : Sucofindo Ganjar Pelni Sertifikat Manajemen Mutu
Akun @Arisnawan1982 mengaku heran banyak yang terseret dalam kasus ini. “Banyak benar calonya,” cuit Aris. “Melihat aliran dananya ke mana saja, membentuk sebuah pola yang bisa dijadikan acuan siapa saja yamg berpotensi korupsi di legislatif dan eksekutif, bahkan yudikatif. Ini ketua komisi Dari parpol apa ya?” tanya @abas_jo. “PAN,” jawab @mhd_azwan. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya