Dark/Light Mode

Status Geo Dipa Di Bawah Kemenkeu

Holding Panas Bumi Tunggu Restu Srimul

Senin, 10 Mei 2021 05:15 WIB
Ilustrasi. (Foto: AFP).
Ilustrasi. (Foto: AFP).

 Sebelumnya 
Menurut Pahala, sinergi ke­tiganya juga diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi. Mengingat Pertamina memiliki kemampuan pada penge­boran panas bumi serta pengem­bangan. Sedangkan PLN, pada sisi pembelian tenaga listrik dan Geodipa pada bidang government drilling dan pembiayaan.

Dengan adanya integrasi ketiga perusahaan, maka target pening­katan kapasitas panas bumi bisa tercapai. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang panas bumi yang saat ini sekitar 1,2 GigaWatt (GW) dapat meningkat di atas 3,3 GW pada 2024 mendatang.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati punya penda­pat lain. Menurut dia, proses integrasi aset yang dimilikitiga perusahaan ini tidak akan semu­dah ketika pihaknya membuat subholding Pertamina Interna­sional Shipping. Sebab, aset yang dimiliki masing-masing perusahaan berbeda.

Baca juga : Ketahuan! Ada Rekening Lain Buat Tampung Suap

Meski demikian, dia setuju tidak perlu ada transaksional keuangan dari penggabungan aset, karena ketiga perusahaan ini sama-sama milik negara.

“Jadi, yang penting inte­grasikan aset saja. Tidak per­lu spend dana untuk membeli antara aset,” usul Nicke di Ja­karta, Rabu (5/5).

Dia juga melihat, masih banyak peluang pengembangan panas bumi yang bisa diopti­malkan. Selain energi listrik yang dihasilkan, pengembangan panas bumi juga bisa diarahkan menuju green energy.

Baca juga : Turun Gunung Ke Daerah, Kemenhub Pamerin Keunggulan Tol Laut

“Dengan teknologi yang ada, kita bisa meningkatkan existing geothermal plant tanpa harus membuka WK baru. Juga bisa menurunkan biaya pengembangan,” terang Nicke.

Terpisah, Direktur Utama Geo Dipa Energi Riki Firmadha Ibra­him menjelaskan, pembentukan holding ini akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Initial Pub­lic Offering (IPO/penawaran saham perdana) PGE.

Untuk itu, ketiga perusahaan sedang menganalisa bersama pem­bentukan holding ini. Termasuk, untuk memastikan tidak bertabrakan dengan regulasi yang ada.

Baca juga : Pejabat Dan Karyawan Kemenko Polhukam Jalani Vaksinasi Tahap Pertama

“Kami sedang menganalisa lebih detail, apakah holding tidak bertabrakan dengan un­dang-undang dan regulasi-regulasi lain, agar merger ini betul-betul optimal,” aku Riki dalam webinar Ruang Energi: Sinergi Mendukung Pengembangan Pa­nas Bumi, Kamis (6/5).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.