Dark/Light Mode

Alarm Bahaya Di 13 Kabupaten/Kota Bunyi

Disiplin Prokes Dan Selalu Berdoa Semoga Tak Ada Tsunami Covid-19

Jumat, 11 Juni 2021 05:25 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Marji - Medcom).
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Marji - Medcom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanganan Covid-19 di beberapa wilayah mulai tidak terkendali. Ada 13 kabupaten/kota yang mendapat alarm bahaya dari Satgas Penanganan Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, kondisi daerah mengkhawatir­kan jika kenaikan kasus Covid-19 melebihi 100%. Apalagi, ditambah tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) lebih dari 70%.

“Apabila terus dibiarkan seiring bertambahnya kasus, maka rumah sakit akan penuh dan pasien dengan gejala sedang, berat tidak da­pat ditangani dengan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi kematian,” katanya.

Berita Terkait : Jangan Dipaksakan, Tunggu Kasus Covid-19 Melandai Saja

Wiku mengungkapkan, saat ini terdapat 13 kabupaten/kota yang mendapat alarm bahaya karena berada dalam situasi mengkhawatir­kan. “Ada 9 kabupaten/kota kenaikan kasus Covid-19 sudah lebih dari 100% dan BOR-nya lebih dari 70%,” ungkapnya.

Pertama, Kudus. Dengan kenaikan kasus bahkan mencapai 7.594% dan BOR-nya su­dah mencapai 90,2%. Kedua, Jepara dengan kenaikan kasus 685% dan BOR mencapai 88,18%. Ketiga, Demak dengan kenaikan 370% dan BOR mencapai 96,3%.

Keempat, Sragen dengan kenaikan kasus 338% dan BOR-nya mencapai 74,84%. Kelima, Bandung dengan kenaikan kasus 261% dan BOR mencapai 82,73%. Keenam, kota Cimahi dengan kenaikan kasus 250% dan BORmencapai 76,6%.

Berita Terkait : Klaster Sekolah Muncul, Guru Juga Perlu Diedukasi

“Ketujuh, Pati dengan kenaikan kasus 205 persen dan BOR mencapai 89,57 persen. Kedelapan, Kota Semarang dengan kenaikan kasus 193 persen dan BOR mencapai 87,95 persen. Kesembilan, Pasaman Barat dengan kenaikan kasus 157 persen dan BOR menca­pai 75 persen,” tuturnya.

Sementara 4 daerah lainnya mengalami peningkatan kasus Covid-19 tidak lebih dari 100% tapi kondisi BOR-nya sudah di atas 70%. Menurut Wiku, keadaan ini juga patut diwaspadai dan perlu tindak lanjut segera agar tidak semakin parah.

“Keempat kabupaten-kota tersebut adalah Purwakarta dengan kenaikan kasus 78 persen dan BOR-nya 80,69 persen. Kedua, Bandung Barat dengan kenaikan kasus 64 persen dan BOR-nya 71,77 persen. Ketiga, Kota Bandung dengan kenaikan kasus 40 persen dan BOR-nya 75,28 persen. Terakhir, Blora dengan kenaikan kasus 13 persen dan BOR-nya 76,42 persen,” katanya.
 Selanjutnya