Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Guru Besar FKUI, Prof. Tjandra Yoga Aditama
Kasus Baru Belum Turun, Genjot 5 Hal Ini Kalau Mau Terwujud
Rabu, 21 Juli 2021 22:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sudah 3 hari berturut-turut, Indonesia melaporkan penurunan jumlah kasus baru, di angka 30-ribuan.
Tren menurun ini dimulai pada Senin (19/7), dengan angka 34.257. Atau berkurang 10.464 kasus, dibanding data Minggu (18/7), yang terekam dengan angka 44.721.
Hari-hari berikutnya, terdata 38.325 kasus baru pada Selasa (20/7) dan 33.772 pada Rabu (21/7).
Baca juga : Gaet MRT, BP Jamsostek Gelar Vaksinasi Gratis Bagi Pekerja
Sepintas, angka ini melegakan. Karena jumlah kasus baru turun jauh, dibanding angka tertinggi selama Pembatasan Pemberlakuan Kebijakan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang dibukukan dengan angka 56.757 pada 15 Juli 2021.
Benarkah begitu? Merespon hal ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menegaskan, kasus baru di Indonesia belum turun.
"Kalau kita bandingkan data 3 Juli (awal pelaksanaan PPKM Darurat, Red) yang menghasilkan 27.913 kasus baru dari 110.983 orang diperiksa, dengan data 20 Juli (akhir masa PPKM Darurat, Red) yang melakukan pengujian terhadap 114.674 orang, maka jumlah kasus seharusnya pada tanggal 20 Juli adalah 114.674/110.983 x 27.913 = 28.841 kasus baru. Angkanya naik. Jadi, kita belum bisa menyebut ada penurunan kasus. Sementara kasus baru pada 20 Juli, dilaporkan berjumlah 38.325," jelas Prof. Tjandra lewat pesan aplikasi yang diterima RM.id, Rabu (21/7).
Baca juga : Polda Brebes Tangkap Provokator Penolakan PPKM
Dengan situasi seperti ini, Prof. Tjandra meminta pemerintah untuk sepenuhnya menerapkan aturan PPKM Darurat sampai 25 Juli. Sebelum memutuskan pelonggaran pada 26 Juli.
Seperti diketahui, dalam keterangan virtualnya pada Selasa (20/7), Presiden Jokowi telah memberikan sinyal pelonggaran pada 26 Juli. Syaratnya, jumlah kasus baru terus mengalami penurunan.
"Karena PPKM masih akan berlaku sampai 25 Juli, baiknya kita tunggu saja angka-angka dalam beberapa hari mendatang," ujar Prof. Tjandra.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya