Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Nggak ada nge-tracking siapa yang kontak erat. Jadi, tracing dan treatment Covid-19 harus diperkuat di desa,” kata @sdctxx.
“Bener banget, di kampung tiap hari pasti ada satu warga yang meninggal,” sahut @mbakegot.
Kata @mbakegot, di kampung banyak warga yang bermasker. Mereka juga tidak berani disuntik vaksin Covid-19. “Tracer dan Satgas Covid memang harus turun memberi penyadaran warga,” ujarnya.
“Hati-hati kalau desa kolaps karena penyebaran Covid-19, kota juga ambyar,” wanti-wanti @Selpunca.
Baca juga : Vaksin Booster Untuk Nakes Ya!
Akun @Dreamy091 mengakui, Covid-19 di kota mulai menurun dan mulai nyebar di desa. Kata dia, butuh kesabaran dan komunikasi yang benar dan tepat dengan orang di desa.
“Kadang bukan kurang literasi, tapi karena kemampuan nangkepnya segitu,” ujarnya.
Menurut @maekdunaldo, orang di kampung memang abai dan tidak percaya Covid-19. Bahkan, beberapa tenaga kesehatan (nakes) menyerah menyarankan orang-orang desa untuk patuh protokol kesehatan.
“Tracing di desa mbledhos banget. Tapi syukurnya yang muda-muda melek vaksin. Kalau ada info vaksin langsung siap-siap ikut,” imbuh @sarpcasm.
Baca juga : Singkat Aja, Pakai Masker!
Menurut @niawaton, hoaks Covid-19 di kampung sangat ngeri, hingga tidak percaya Covid-19. Kata dia, para tracer mengalami kesulitan luar bisa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat desa.
“Di desa masih banyak banget yang takut vaksin. Bahkan, nggak paham gejala Covid-19 apa aja, dan nggak mau pake masker, apalagi social distancing,” keluh @ kakniass.
Padahal, kata @PanDjaja, penyebaran Covid-19 yang tinggi di desa sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, persebaran virus Corona yang tinggi bisa menular ke para petani.
“Bisa-bisa krisis pangan,” kata @PanDjaja, khawatir.
Baca juga : Kuncinya Cuma Satu, Ikhlas...
Akun @partaigeloraid berharap penyebaran Covid-19 di desa tidak menjadi sumber kepanikan baru bagi masyarakat dan tidak berujung pada ledakan sosial.
“Maka itu, langkah antisipasi cepat diperlukan,” katanya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya