Dark/Light Mode

Mantan Direktur WHO Prof. Tjandra Yoga Aditama

Pelonggaran Aman, Kalau Kasus Turun Hingga Seperempat Dari Angka Tertinggi

Senin, 16 Agustus 2021 10:45 WIB
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Malam ini, pemerintah akan kembali mengumumkan tentang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Apakah diperpanjang atau tidak?

Terkait hal ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Tjandra Yoga Aditama mengajak kita untuk mencermati situasi Covid-19 saat ini.

Berdasarkan data nasional yang ada, di awal masa PPKM Darurat, pada tanggal 3 Juli 2021 tercatat 27.913 jumlah kasus Covid-19 dan rata-rata 7 hari mencapai 23.270.

Berita Terkait : Prof. Tjandra: Jangan Asal Longgarkan PPKM, Cek Dulu Poin-poin Penting Ini

Sementara angka kematian berjumlah 493 orang. Dalam 7 hari, rata-rata 471 orang wafat.

"Sesudah PPKM, puncak kasus terjadi pada 15 Juli dengan jumlah kasus 56.757 dan rata-rata 7 hari 44.145. Sedangkan angka kematian, puncaknya sesudah PPKM terjadi pada 27 Juli 2021 dengan rata-rata 7 hari 1.519 wafat," jelas Prof. Tjandra dalam keterangan yang diterima RM.id, Senin (16/8).

Kemudian pada 14 Agustus, tercatat 28.598 kasus dan rata-rata seminggu 27.704 kasus. Sementara kematian, mencapai 1.270 orang dan rata-rata 7 hari 1.538 wafat.

Berita Terkait : Kasus Baru Belum Turun, Genjot 5 Hal Ini Kalau Mau Terwujud

"Artinya, jumlah kasus menurun di hari-hari ini, menurun sekitar separuhnya dari saat puncak kasus dalam waktu sekitar 1 bulan," papar Prof. Tjandra.

"Meski tidak bisa dibandingkan apple to apple dengan India, yang lebih dulu mengalami tsunami Covid-19," imbuh Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI ini.

Kalau kita lihat data India, pada 8 Februari 2021 tercatat 9.110 kasus baru. Kemudian pada 8 April, menjadi 131.968 orang.

Berita Terkait : Pelatihan Jurus Tunggal Se-Eropa Digelar 17-25 April

"Sesudah naik lebih 10 kali lipat pada April itu, pemerintah India melakukan peningkatan tes dan telusur sampai 2,2 juta tes per hari. Vaksinasi pun ditingkatkan sampai 8 juta sehari," terang mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara.

Karena penduduk kita sekitar seperempat India, maka jumlah tes yang seharusnya kira-kira analog dengan 550 ribu tes sehari, dan 2 juta vaksinasi sehari.
 Selanjutnya