Dark/Light Mode

Anggaran Bansos Turun 60 Triliun

Aduh, Jangan Dong Pak..!

Kamis, 19 Agustus 2021 07:50 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Humas Kemensos)
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Humas Kemensos)

 Sebelumnya 
“Sampai saat ini belum ada data atau prediksi bahwa herd immunity akan tercapai pada 2022,” kata Dradjad dalam diskusi daring, kemarin.

Dradjad mengingatkan pandemi dan PPKM sangat memukul ekonomi rumah tangga dari masyarakat berpenghasilan harian. Terlebih PPKM dengan berbagai bentuknya sudah berjalan sekitar 1,5 bulan sejak 3 Juli 2021.

Baca juga : Covid-nya Masih Juara Ekonominya Tersendat

“Karena itulah selama program vaksin yang menghasilan herd immunity, ataupun sudah adanya obat dan perawatan medis preventif ataupun kuratif, maka program perlindungan sosial sangatlah krusial,” ujar politisi PAN ini.

Hal senada juga disampaikan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudistira. Menurutnya, memangkas anggaran bansos di saat pandemi belum jelas kapan berakhir, itu sangat prematur.

Baca juga : Antibodi Turun, Terus Nggak Mau Divaksin Covid? Ih Jangan Dong...

“Persis dengan awal tahun 2021, pemerintah percaya diri ekonomi tumbuh 5 persen, lalu terburu-buru pangkas belanja perlinsos,” terang Bhima saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Harusnya pemerintah tetap fokus pada persoalan bansos. Supaya belanja masyarakat semakin tinggi sehingga pertumbuhan ekonomi ikut meningkat. Catatan APBN 2022 itu diperkirakan ada kenaikan inflasi 3 persen, atau lebih tinggi dari inflasi dari posisi per Juli yakni 1,5 persen.

Baca juga : Kemenag Realokasi Rp 2 Triliun Untuk Penanganan Covid-19

“Perlu dicatat, sebelum Covid-19, jumlah penduduk rentan miskin jumlahnya mencapai 115 juta orang. Angka ini sangat rentan jatuh ke bawah garis kemiskinan tanpa dukungan jaring pengaman sosial yang memadai dari pemerintah,” pungkasnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.