Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Orang Miskin Yang Sangat Miskin Nggak Turun-turun
Orang Kaya Jual-jualin Rumah Terus Bertambah
Selasa, 5 Oktober 2021 08:30 WIB
Sebelumnya
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira coba menganalisa terkait angka kemiskinan ekstrem yang naik selama pandemi ini. Salah satunya, jeda penyerapan kerja saat PPKM dilonggarkan. Sehingga, 115 juta jiwa yang rentan miskin sebelum pandemi, kesulitan mencari pekerjaan. Sedangkan, di antara mereka yang ingin menjadi wirausaha harus memiliki modal.
Persoalan berikutnya, masih berkaitan dengan kemiskinan yang sifatnya struktural. Dijelaskan Bhima, miskin itu ada yang terjadi karena usahanya lesu. Ada juga yang struktural, tempatnya di kerak. Sederhananya, ada atau tidaknya pandemi, kemiskinan jenis ini tidak berubah.
Baca juga : Jangan Cuma Jakarta, Daerah Penyangga Juga Harus Ketat!
“Mereka yang sudah jatuh di bawah garis kemiskinan di keraknya, itu untuk bangkit lagi akan susah. Karena mereka tidak punya BPJS ketenagakerjaan atau kesehatan. Kalau mau recovery, bangkit, itu rada susah, tanpa support dari pemerintah,” jelas Bhima.
Untuk mengentaskan kemiskinan, Bhima punya usul. Pertama, sebagian besar penduduk miskin ada di sektor pertanian. Sehingga yang harus diperhatikan adalah sektor pertanian.
Baca juga : Gerbang Indonesia Satukan Pandangan Untuk Bangun Bangsa Di Tengah Kemajemukan
Apalagi saat ini tengah terjadi peralihan dari yang di-PHK di sektor industri ke pertanian.
Kedua, masyarakat miskin struktural karena kurang meratanya fasilitas pendidikan, sanitasi, dan infrastruktur. Jika pemerintah benar-benar serius menurunkan kemiskinan ekstrem, pemerintah harus menyediakan alokasi anggaran yang lebih besar.
Baca juga : Jangan Anggap Enteng Corona, Jika Lalai Sedikit Bisa Terpapar
Ketiga, peran digitalisasi. Data bank dunia, keluarga miskin itu hanya 1 persen yang menikmati internet untuk meningkatkan pendapatan keluarganya. Sementara si kaya, bisa menikmati 24 persen internet untuk mengerek pendapatannya.
“Jadi kalau penggunaan internet ini tidak diatur, maka makin timpang. Makin memperlebar jurang orang miskin dan kaya. Jadi gimana caranya, internet diberikan akses di kantong kemiskin, kasih pelatihan agar mereka mampu menguasai digitalisasi,” pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya