Dark/Light Mode

Daya Saing RI Tertinggal Jauh Negara Tetangga

Presiden Kesal, Biaya Logistik Masih Mahal

Jumat, 15 Oktober 2021 06:40 WIB
Presiden Jokowi saat memberi sambutan pada Peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (14/10/2021). (Foto: Humas Setkab/Rahmat).
Presiden Jokowi saat memberi sambutan pada Peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (14/10/2021). (Foto: Humas Setkab/Rahmat).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi kesal banget biaya logistik di Indonesia yang masih mahal. Hal itu menyebabkan daya saing kita rendah dibandingkan negara-negara lain, khususnya negara tetangga.

Hal itu disampaikan Jokowi saat peresmian penggabungan PT Pelindo I, II, III, dan IV, dari siaran langsung di YouTube Sek­retariat Presiden, kemarin.

“Kita tahu biaya logistik kita dibanding negara-negara tetangga masih jauh tertinggal. Biaya logistik mereka kurang lebih 12 persen, kita masih 23 persen,” katanya.

Berita Terkait : Pembukaan Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Kemenhub Pastikan Kesiapan Fasilitas

Eks Wali Kota Solo ini menilai, ada yang tidak efisien terjadi da­lam pendistribusian barang atau produk-produk Indonesia. Menu­rutnya, ketidakefisienan tersebut biang keroknya karena infrastru­kur yang belum memadai.

“Itulah kenapa dibangun in­frastruktur. Baik itu jalan, baik itu pelabuhan, baik itu airport,” ujarnya.

Jokowi menegaskan, pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan, tujuannya untuk dapat menekan biaya logistik. Termasuk membuat produk-produk dari Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.

Berita Terkait : IMI Terpilih Jadi Wakil Presiden FIA Regional II Asia Pasifik

“Kita ingin produk kita bisa bersaing kalau diadu, berkom­petisi dengan produk negara lain,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Jokowi juga meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo. Dia di­dampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono dan sejumlah pejabat lainnya.

Jokowi menilai, salah satu solusi atas permasalahan logistik adalah dibangunnya Terminal Multipurpose Wae Kelambu.

Berita Terkait : Biaya Logistik Kita Termahal Di ASEAN

Pelabuhan tersebut menjadi pelabuhan logistik pertama yang dimiliki Provinsi Nusa Tenggara Timur. Diharapkan bisa mengangkut logistik terutama menuju wilayah Manggarai Barat.

Kendati begitu, mantan Gu­bernur DKI Jakarta ini tidak menyangka pelabuhan tersebut akan berukuran sangat besar.

“Saya nggak bayangin. Pikiran saya, sama seperti yang lama,” ucap Jokowi.
 Selanjutnya