Dark/Light Mode

Mods Jakarta

Jumat, 5 Juni 2020 04:26 WIB
Ngopi - Mods Jakarta
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Mod adalah salah satu subkultur kaum muda dari Inggris yang dimulai di London pada era 50-an. Kini sudah menyebar memengaruhi mode dan tren anak-anak muda di dunia. Pengaruhnya telah berlangsung hingga hari ini. Subkultur Mod telah masuk dan berkembang pesat di kawasan luar eropa, seperti ke Indonesia di Asia Tenggara.      

Di Jakarta dan sekitarnya seperti di Bekasi dan Tangerang, Mod telah merasuki dan mengubah penampilan anak-anak muda setempat. Dari fesyen, musik, dan scooter pabrikan Italia. Mereka dikatakan Mod karena mendengarkan musik modern jazz dan mengenakan unsur-unsur yang mencakup mode (seperti setelan jas, knit wear, harrington jacket, parka, dll), mendengarkan musik (termasuk soul, rhythm and blues, ska, jazz, dll); dan penggila scooter (biasanya Lambretta atau Vespa).           

Saya telah melakukan interview dengan salah seorang Mod yang dikenal, Iqbal Djoha. Dia mengungkapkan, scene Mod masuk ke Jakarta sekitar era Millenium, berkembang dari sekelompok Skinheads (Subkultur Skinhead adalah turunan dari Mod, namun Skinhead masuk dan berkembang ke Jakarta lebih dulu daripada Mod).      

Berita Terkait : Kok Buat Kucing Doang?

"Kalau membicarakan awal mula Mod di Jakarta, kebetulan saya bukan orang yang tepat bisa menjawab itu dengan benar. Tapi, dari yang saya dengar ceritanya, awal mulanya dari Warriors Jakarta. Mungkin bisa dibilang pergerakannya berawal dari era 2000-an. Beriringan dengan terbentuknya band Mod Innocenti, itu merupakan salah satu bukti kalau Mod di Indonesia ada," ujarnya.

Iqbal menyadari, sebelum tahun 90-an, anak-anak muda di Indonesia sangat terlambat dalam menerima informasi. Sehingga scene Mod baru sampai ke Jakarta setelah subkultur ini eksis selama lebih dari 50 tahun.      

"Karena waktu itu sumber informasinya masih sangat terbatas. Dari yang saya alami, sepertinya informasi mengenai subkultur baru mulai masuk di era 90-an, di saat MTV cukup banyak menyuguhkan sajian musik yang pas untuk kaum muda," katanya.         

Berita Terkait : Gado-gado New Normal

Iqbal tidak memungkiri, bahwa subkultur Mod diketahui anak-anak muda di Jakarta tidak lepas dari bantuan teman-temannya yang sering bepergian keluar negeri, seperti bersekolah ataupun berwisata. "Mendapat informasi mengenai subkultur ini dari teman-teman saya yang ekonominya cukup baik, yang mempunyai kerabat di luar negeri, ataupun memang karena uangnya lebih banyak juga yang menjadikan satu poin plus buat mereka bisa mengetahui subkultur Mod, lalu mengenalkannya setiba mereka balik ke Indonesia," tambah Iqbal.         

Iqbal menceritakan, secara tidak sadar dirinya mengenal Mod dari tayangan di televisi yang ditonton ketika masih remaja. Meskipun terbatas, tapi bayangan mengenai subkultur ini sudah ia lihat di era 90an. "Ketika usia saya belasan tahun, saya lebih banyak mendengarkan musik ska dan britpop, dan secara tidak langsung itu bisa dibilang saya pertama kali melihat style Mod. Saat nonton film SLC Punk (1998), backsound musiknya yang enak membuat saya menikmati film tersebut. Lalu ketika melihat sosok John the Mod, saya pikir dia sangat keren, dan ada beberapa adegan Mods juga yang mengendarai Vespa ditayangan tersebut," ungkapnya.

Hendrawan K. Wijaya, Wartawan Rakyat Merdeka