Dark/Light Mode

Hobi Baru Saat Pandemi

Jumat, 6 Nopember 2020 04:34 WIB
Ngopi - Hobi Baru Saat Pandemi
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Semenjak Virus Corona datang ke Indonesia pada Maret lalu, makin banyak orang yang lebih memilih melakukan aktivitas di rumah saja. Termasuk dalam menjalankan hobinya. Pada awal-awal pandemi, ada musim berburu masker, musim gowes sepeda, hingga musim ikan cupang. Sekarang, ada musim baru lagi, yaitu tanaman hias. 

Salah satu yang harganya fantastis adalah tanaman juga monstera adansonii variegata, yang populer dengan sebutan Janda Bolong. Harganya, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 50 juta. Tanaman ini berharga mahal karena dipercaya bisa meningkatkan suasana hati atau mood, mengurangi kecemasan atau stres, meningkatkan kadar vitamin D, sampai menurunkan risiko demensia.

Kalau saya sih nggak terlalu tertarik dengan musim yang satu ini. Karena memang sejak dulu nggak hobi tanaman. Tapi, ada beberapa teman saya yang sudah mulai 'gila' tanaman hias. Bahkan, ada teman sekantor yang rela keluar masuk hutan di kampung halamannya demi mencari tanaman-tanaman hias ini. Katanya, selain nggak perlu mengeluarkan uang, mencari tanaman di hutan bisa untung-untungan, karena bisa dapat tanaman langka atau yang sulit didapat orang di tukang tanaman pinggir jalan.

Berita Terkait : `Maaf Saya Positif`

Ada juga teman seprofesi yang sudah mulai dapat penghasilan dari hobi tanaman hias ini. Beberapa kali ia memposting di grup WhatsApp, tanamannya laku terjual dengan harga yang cukup tinggi, mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta.

Padahal, sebelum musim tanaman hias booming, kembang-kembang yang dia jual bisa dibilang nggak ada harganya. Lain dengan sekarang, tanaman jenis sansivera saja alias Lidah Mertua bisa laku jutaan rupiah.

Melihat potensi ekonomi dari musim tanaman hias ini, sebenarnya saya juga tertarik ikut terjun. Tapi, niatan itu harus dikubur dalam-dalam, karena saya memang nggak punya skill merawat tanaman.

Berita Terkait : Nyobain Body Warm

Bahkan, tanaman yang sudah ada di rumah saja sering mati karena lupa menyiram atau tidak pernah diurus. Beberapa kali mencoba memelihara tanaman untuk bumbu masak seperti kunyit atau pandan, semuanya mati karena lupa diurus.

Bagaimana nasibnya kalau saya beli tanaman hias dengan harga jutaan rupiah dan akhirnya mati karena lupa diurus? Bukannya happy, malah bisa tambah stres.

Novalliandy, Wartawan Rakyat Merdeka