Dark/Light Mode

Senayan Dukung BUMN Bangun Industri Baterai

Rabu, 21 Oktober 2020 06:40 WIB
Anggota Komisi VI DPR La Tinro La Tunrung (Tengah).(Istimewa)
Anggota Komisi VI DPR La Tinro La Tunrung (Tengah).(Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR La Tinro La Tunrung mendukung rencana BUMN Holding Pertambangan Nasional MIND ID membangun usaha patungan industri baterai nasional untuk menggerakkan mobil listrik.

Karena, sumber daya alam nikel yang merupakan bahan utama industri baterai ini melimpah. Politisi Gerindra ini mengatakan, akan banyak keuntungan jika BUMN membentuk holding baterai nasional.

Saat ini, dunia berlomba-lomba mengembangkan mobil listrik lantaran energi yang dihasilkan cukup bersih.

“Bahan bakar minyak (BBM) mulai ditinggalkan karena dianggap sudah merepotkan. Orang-orang sudah akan menuju pada penggunaan kendaraan bertenaga surya dan lisrik. Jadi harus kita support. Mudah-mudahan bisa beriringan dengan masuknya mobil-mobil bertenaga listrik,” katanya.

Berita Terkait : Bentuk Holding, Empat BUMN Kembangkan Industri Baterai

La Tinro menuturkan, untuk mengembangkan industri baterai nasional ini memang bukan perkara mudah. Sebab industri ini harus didukung dengan kemampuan teknologi dan sumber daya manusia.

Yang tidak kalah pentingnya dukungan dana untuk menggerakkan industri ini.

“Harus ada sumber daya manusia yang cukup, teknologi dan pendanaan untuk menggerakkan ini. Tapi apapun itu, holding baterai ini harus cepat dibentuk. Jangan sampai kita malah ketinggalan,” katanya.

Sebelumnya, CEO MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, pihaknya akan membangun perusahaan konsorsium bernama Indonesia Battery Holding.

Berita Terkait : Ini Jurus Kemenperin Kerek Industri Baja

Holding ini merupakan gabungan dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Pertamina.

“Kami sedang menyiapkan rencana kerja sama konkret, agar proyek pemanfaatan nikel bisa segera dimulai untuk memproduksi baterai,” ujar Orias.

Indonesia Battery Holding ini, katanya, akan membantu membangun industri bahan kimia dan mineral untuk produksi baterai serta daur ulang.

Selain itu, perseroan bermitra dengan perusahaan China dan Korea pada dua proyek senilai 12 miliar dolar AS. Menurut dia, PT Aneka Tambang juga akan mengerjakan proyek-proyek baterai mobil listrik yang bernilai sekitar 2 hingga 3 miliar dolar AS.

Baca Juga : Vaksin Nggak Bikin Kita Kebal Covid Selamanya

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade berharap, Menteri BUMN Erick Tohir bisa segera merealisasikan bisnis hilirisasi nikel untuk pembangunan industri baterai dan industri lannya.

Apalagi, dia sudah mendengar Menteri Erick telah ke Korea Selatan untuk untuk mempersiapkan bisnis ini. [KAL]