Dewan Pers

Dark/Light Mode

HNW Desak Mensos Luncurkan Bansos Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Kamis, 12 Agustus 2021 20:45 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. (Foto: Ist)
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan urgensi realisasi komitmen Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini terkait persetujuannya untuk program bantuan sosial bagi anak-anak yatim piatu karena orang tuanya menjadi korban Covid-19.

HNW mengapresiasi Mensos yang menegaskan akan melaksanakan program tersebut. Dan untuk itu Mensos mengabarkan kalau dirinya sudah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan agar program tersebut bisa dianggarkan mulai tahun 2022. Tetapi, HNW menilai bahwa program tersebut bisa dijalankan segera, tanpa menunggu tambahan  dari Kemenkeu untuk tahun anggaran 2022. 

Menurut kajiannya, untuk melaksanakan program kepedulian sosial untuk anak-anak yatim piatu korban Covid-19, cukup melalui mekanisme realokasi internal anggaran Kemensos tahun 2021. Karena jumlah anak yatim calon penerima program itu tidak banyak, sesuai laporan Kemensos, tidak lebih dari 12.000 anak.

Jika setiap anak yatim per bulannya diberi bantuan sosial sejumlah Rp 300.000, maka anggaran bulanan yang dibutuhkan ditaksir hanya sebesar Rp 3,6 Miliar. Bila demikian, maka anggaran untuk tahun 2021, hanya 5 (bulan) dikali Rp 3,6 miliar, yakni Rp 18 miliar.

Berita Terkait : HNW Prihatin, Banyak Anak Yatim Piatu Karena Covid-19

Jumlah tersebut merupakan anggaran yang sangat kecil bila dibandingkan dengan Rp 187,84 triliun untuk Perlindungan Sosial dalam PEN. Tetapi bisa berdampak sosial dan psikologis yang sangat besar di mata rakyat dan para anak yatim piatu.

"Hari Minggu lalu, Mensos sudah menyetujui program bantuan bagi anak yatim piatu korban Covid-19. Akan sangat baik bila segera mengumumkan kapan dan bagaimana realisasinya. Sambil merapikan data, sangat baik jika program bantuan mulai dilaksanakan pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Sebagai bukti kehadiran Negara Indonesia, yang kemerdekaannya adalah untuk melindungi dan memakmurkan seluruh tumpah darah dan semua warga Indonesia. Di antaranya menghadirkan kepedulian yang nyata terhadap penderitaan anak-anak yatim piatu, sebagaimana amanah UUD NRI 1945," ungkap HNW dalam keterangannya, Kamis (12/8).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini mengusulkan, setidaknya ada tiga skema pembiayaan yang mungkin dilakukan untuk merealisasi program ini. Yaitu dengan merealokasi anggaran di internal Kemensos yang sudah ada tapi belum sepenuhnya terserap dalam kegiatan di Kemensos.

Antara lain dengan merealokasikan anggaran Bantuan Program Sembako Non Tunai (BPNT). Hingga Juni 2021 realisasinya paling rendah (baru 38 persen), sehingga masih tersisa sekitar Rp 27 triliun. Dan pada tahun 2020, program ini juga tidak terserap sekitar 7 persenan (juga penyerapan paling rendah di antara bansos yang lain).

Berita Terkait : BGR Logistics Salurkan Bantuan Penanganan Covid-19 Ke Pemprov DKI

Kedua, dengan realokasi anggaran Verivali Data senilai Rp 1,3 triliun yang digunakan terpusat dan menyebabkan inefisiensi anggaran senilai Rp 500 miliar berdasarkan temuan KPK. "BPNT merupakan bansos dengan penyerapan terendah, dan anggaran verivali memunculkan inefisiensi sangat besar. Wajar bila Mensos diperbolehkan untuk menggunakan dua skema tidak terserap tersebut, untuk sedikit dipergunakan bagi pembiayaan program bantuan sosial untuk anak yatim piatu korban Covid-19," sarannya.

Alternatif skema ketiga, tambah HNW, adalah bantuan diikutsertakan dalam program bansos baru Kemensos untuk 5,9 juta KPM dengan anggaran cukup besar Rp 7,08 triliun.

HNW menilai ketiga skema tersebut sangat mungkin dijalankan dalam waktu dekat, karena hanya membutuhkan realokasi internal dari anggaran Kemensos dan persetujuan bersama dengan Komisi VIII DPR.

Dia yakin, para wakil rakyat akan mendukung secara legal realokasi anggaran untuk program bantuan bagi anak yatim piatu korban Covid-19.

Berita Terkait : 11 Ribu Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19

"Dibutuhkan langkah lebih gesit dan profesional dari emensos untuk segera mengusulkan realokasi internal anggaran Kemensos. Pastikan penerima bantuan dan jumlah yang akan diterimakan benar-benar tepat sasaran dan tepat guna. Hal ini tidak akan sulit untuk direalisasikan, apalagi bila Mensos benar-benar berempati dan merasakan kesusahan anak yatim piatu," pungkas HNW. [TIF]