Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di Jawa Timur, PDIP Adu Kuat Lawan PKB

Kamis, 23 Juni 2022 08:34 WIB
Ilustrasi PDIP dan PKB (Foto: Istimewa)
Ilustrasi PDIP dan PKB (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil riset Poltracking Indonesia yang dirilis pada Rabu (22/6), menempatkan PDIP dan PKB sebagai partai terkuat di Jawa Timur.

PDIP yang berada di urutan teratas dengan elektabilitas 15 persen, bersaing ketat dengan PKB yang membuntuti dengan angka 14,1 persen dalam simulasi 16 partai politik peserta Pemilu 2019.

Diikuti Partai Gerindra (9,8 persen), Partai Golkar (9,0 persen), Partai Nasdem (8,6 persen), Partai Demokrat (7,6 persen), PAN (4,5 persen), PPP (4,0 persen), dan PKS (2,0 persen).

Elektabilitas partai lainnya, di bawah angka 2 persen.

Berita Terkait : Di Bimtek PDIP, Anak Buah Tito Bicara Penanganan Kemiskinan

Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi menyebut, angka elektabilitas ini adalah potret potensi suara partai (party votes) yang berpotensi berubah.

"Angka ini cenderung naik, karena kontribusi suara terhadap calon anggota legislatif (personal votes) dari masing-masing partai," ujar Arya Budi dalam keterangannya, Rabu (22/6).

Khofifah Tertinggi

Sementara itu, simulasi 15 nama dalam survei Poltracking Indonesia mendaulat Khofifah Indar Parawansa, sebagai calon Gubernur Jawa Timur dengan elektabilitas tertinggi: 39,8 persen.

Berita Terkait : Pasca Libur, Rupiah Keok Lawan Dolar

Jauh meninggalkan Tri Rismaharini. Menteri Sosial yang juga mantan Wali Kota Surabaya itu hanya mengantongi angka 19,5 persen.

Kandidat lain, elektabilitasnya di bawah 10 persen.

Survei Poltracking Indonesia yang melibatkan 1.000 responden di Jawa Timur pada 16-22 Mei 2022, dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Survei yang menjangkau 38 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Jawa Timur secara proporsional berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir ini, menggunakan margin of error +/- 3,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berita Terkait : Di Atas Akur, Di Bawah Masih Baper

Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka.

Data setiap responden diverifikasi ketat, melalui perangkat teknologi komunikasi terbaru untuk menjamin kualitas dan kredibilitas hasil survei. ■