Dewan Pers

Dark/Light Mode

Minta Malaysia Klaim Kepri

Partai Garuda Sebut Mahathir Pemimpi Yang Tersesat

Kamis, 23 Juni 2022 16:13 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
"Kita sudah kehilangan banyak wilayah. Kita kehilangan empat buah negeri, di selatan kita telah hilang Pulau Riau, kita telah hilang Singapura, dan juga batu sebesar meja yang dikenali sebagai Pedra Branca ataupun Pulau Batu," sambungnya.

Mahathir menerangkan, Malaysia terus kehilangan wilayahnya akibat kemiskinan. Malaysia dikatakan kerap menerima orang asing ke dalam negaranya. Alhasil, mereka kemudian lebih berkuasa dibandingkan dengan orang Malaysia.

Berita Terkait : Mahathir Halu!!!

"Sebabnya adalah karena orang Melayu rata-rata miskin. Orang yang miskin memang tidak bisa mempertahankan hak mereka. Inilah keadaan sekarang ini," tutup Mahathir.

Tak ayal, pernyataan eks Perdana Menteri (PM) Malaysia itu memantik amarah masyarakat Indonesia. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI juga sudah menegaskan, pernyataan Mahathir soal Kepri tidak berdasar.

Berita Terkait : Di Negeri Kaya Raya, Sepak Bola Pemersatu

Sebab, wilayah NKRI ditentukan berdasarkan prinsip dan ketentuan hukum internasional yang berlaku. "Indonesia tidak melihat dasar hukum dan alasan pernyataan Tun Mahathir," ujar Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah, Rabu (22/6).

Dia pun menyebut, Mahathir tidak semestinya melontarkan komentar semacam itu. "Di tengah situasi dunia yang sedang menghadapi banyak tantangan, seorang politisi senior seharusnya tidak menyampaikan statement yang tidak berdasar (baseless) yang dapat menggerus persahabatan," sesalnya.

Berita Terkait : Waketum Partai Garuda: Selamatkan Buruh Dari Politisasi Partai Buruh

Ia juga menekankan bahwa kepulauan Riau adalah wilayah NKRI. "Dan sampai kapanpun akan menjadi wilayah NKRI," tegas Teuku Faizasyah. ■