Dark/Light Mode

Wacana Pembubaran KIB

PAN Nunggu Keputusan Final Antar Bos Parpol

Jumat, 26 Mei 2023 07:50 WIB
Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno. (Foto: Dok. DPR)
Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno. (Foto: Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN) tak membantah kemungkinanbubarnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Partai berlambang Matahari ini, sedang melakukan analisa internal.Sambil menunggu keputusan antar ketua umum partai lainnya.

“Saya kira semua ketua umum siap melakukan diskusi dialog berkesinambungan. Dan saat ini tengah terjadi,” ujar Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Peluang bubarnya KIB itu muncul setelah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi mengusung kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024. Keputusan itu, tidak berangkat atas kesepakatan bersama internal KIB.

Wakil Ketua Komisi VII DPR itu mengamini kesepakatan awal terbentuknya KIB bersama Golkar dan PPP adalah menjalankan kegiatan bersama-sama, termasuk soal Pilpres 2024. Artinya, segala sesuatu di KIB dibahas dan dikonsultasi­kan bersama.

Baca juga : Thailand Hukum Pemain Yang Bikin Rusuh Final SEA Games

Namun, apabila pada akhirnya KIB bubar, PAN tidak patah arang. Diyakininya, jika di awal disepakati bergabung bersama-sama. Maka, ketika diputuskan berpisah pun harus bersama-sama.

“Dan jika pada akhirnya menempuh jalan masing-masing itu adalah kesepakatan yang akan dibahas dan diputuskan para ketua umum di KIB,” ungkapnya.

Bagi PAN, semangat Pilpres 2024 adalah mengusung jagoan partai masing-masing. Apakah bersama-sama melalui koalisi atau tidak. Namun, kapan resminya KIB mengeluarkan si­kapnya, sejauh ini belum ada kesepakatan.

“Kita bersepakat KIB bersatu atau diakhiri, kita lakukan ber­sama dan diputuskan bersama para ketua umum. Kapan itu ter­jadi, saya tidak bisa menduga,” tutupnya.

Baca juga : Datang Kenakan Toga, Keluar Berompi Oranye

Wacana ini juga diamini juga oleh Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani. Namun, dia menegaskan, sikap partainya yang mengusung Ganjar di Pilpres 2024 bukan otomatis membuat KIB bubar. Jika KIB juga mengusung Ganjar sebagai capres, maka koalisi itu tidak bubar.

“Kan masih ada kemungkinan sama juga, karena kan baik par­tai Golkar dan juga PAN masih terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan katakanlah Pak Ganjar dan PDIP,“ kata Arsul kemarin.

Wakil Ketua MPR ini menyarankan, KIB tidak perlu bubar sekalipun berbeda jagoan di Pilpres 2024. “Nggak perlu lah (pembubaran) jadi kalau kemudian masing-masing nanti ternyata putusan paslonnya berbeda-beda ya nggak perlu ada pernyataan formal bubar pun dengan sendirinya koalisi itu akan berakhir,” katanya.

Saat ini, kata Arsul, PPP tidak dalam posisi mengajak PAN dan Golkar mendukung Ganjar Pranowo. Tapi keputusan akhirnya tetap menjadi kewenangan masing-masing parpol.

Baca juga : Wacanakan Tempatkan Koruptor Di Lapas Nusakambangan, KPK: Biar Jera!

“Saya kira gausah diajak-ajak, karena antar partai politik itu tentu terus ada komunikasi, cuma masing-masing partai poli­tik itu kan melihat positif negatif benefit dan liabilitas artinya keuntungan dan beban,“ pung­kasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.