Dark/Light Mode

Demokrat Fokus Di Pemilu Legislatif

Apa AHY Tidak Serius Menangkan Prabowo?

Minggu, 3 Maret 2019 06:15 WIB
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai  Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, usai Rapat Konsolidasi Pemenangan Pemilu bersama para Ketua DPD Demokrat dari berbagai provinsi di Indonesia, di Jakarta, Sabtu (2/3). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, usai Rapat Konsolidasi Pemenangan Pemilu bersama para Ketua DPD Demokrat dari berbagai provinsi di Indonesia, di Jakarta, Sabtu (2/3). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan Demokrat akan fokus pada pemilihan legislatif (pileg). AHY mengatakan, hal itu merupakan keputusan Rapat Ketua DPD Demokrat se-Indonesia, Sabtu (3/2). Apa ini berarti AHY tak akan serius memenangkan Prabowo? 

Rapat sekaligus konsolidasi itu digelar ke Markas Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta. Konsolidasi dipimpin langsung AHY. Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat itu kini pegang tongkat komando pemenangan partai, setelah Ketum Demokrat SBY tak bisa turun kampanye karena harus menemani Ibu Ani yang sedang dirawat di Singapura.

Baca juga : Intelektual Kampus Turun Gunung Dukung Prabowo

AHY memaparkan, rapat bersama para Ketua DPD itu digelar untuk menghadapi Pemilu 2019, yang tinggal menghitung hari. Untuk menyerap segala permasalahan yang ada di lapangan. Hasilnya, kondisi partai di daerah beragam. Ada yang baik, ada yang masih perlu kerja keras mengejar ketertinggalan. 

Putra sulung SBY ini berharap, Demokrat bisa mendulang suara. Ia menargetkan Demokrat mendapat 10-15 persen suara. Secara realistis, bisa mengulang kesuksesan di Pemilu 2014 dengan mendapat sekitar 10 persen suara. Syukur-syukur bisa lebih besar lagi.

Baca juga : Humphrey Pastikan Tidak Bawa Gerbong Kosong Untuk Prabowo

Ia kemudian menyinggung soal sistem Pemilu 2019. Kata dia, Demokrat tidak diuntungkan dalam Pilpres ini. Menurut dia, hanya ada dua partai yang diungtungkan dalam pilpres. Yaitu partai yang kadernya menjadi calon di pilpres yang bisa mendapatkan keuntungan suara. “Ini konsekuensi logis sistem pemilu sekarang. Demokrat harus kerja keras meyakinkan masyarakat luas, selain pilpres. Ada pileg yang tidak kalah penting,” kata AHY.

Suami Annisa Pohan ini menyatakan, ia bersama tim harus bekerja keras karena tak lagi bisa mengandalkan efek ekor jas. Pihaknya akan lebih banyak melakukan kampanye mikro, seperti bertemu dengan masyarakat di warung-warung kopi dan dalam kelompok kecil. “Mengumpulkan massa belum tentu menjamin mereka akan memilih kami. Jadi harus lebih precise,” tuturnya.

Baca juga : Bela KPU, Hasto Ngeledek Amien Rais

AHY mengaku selalu mengamati hasil survei lembaga-lembaga survei sebagai masukan. Namun, tak semua hasil lembaga survei dijadikan acuan. Ia menyatakan Demokrat juga memiliki survei internal yang valid. Dalam tiga survei terakhir, Demokrat menempati elektabilitas tertinggi di posisi ke-3 dan terendah di posisi ke-6. Secara umum, dalam 3 survei itu, Demokrat diprediksi bisa melenggang ke Senayan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.