Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Amien Rais yang menyerang Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilawan Hasto Kristiyanto. Sekjen PDIP itu menyebut, Amien melakukan upaya yang berbahaya: mendelegitimasi KPU. Hasto juga ngeledek Amien soal pencalegan anaknya.
Hal ini disampaikan Hasto di sela-sela rangkaian agenda Safari Kebangsaan PDIP di Kantor DPC PDIP Lampung Tengah, Lampung, Jumat (1/3) malam.
Baca juga : Hasto Oper Tendangan Ke Amien
Hasto mengkritik langkah Ketua Dewan Kehormatan PAN itu yang datang ke KPU, dan menyebut akan terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019. Menurut dia, dengan mengatakan itu, Amien berupaya mendelegitimasi KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu. “Bapak Amien Rais melakukan upaya yang sangat berbahaya disampaikan oleh seorang tokoh,” kritiknya.
Hasto menegaskan, sejak dahulu, PDIP merupakan partai yang paling getol mendesak perbaikan daftar pemilih tetap dalam pemilu. Partai banteng moncong putih juga vokal meminta penyelenggara pemilu dan alat negara bersikap netral.
Baca juga : Bicara Sodomi, Najib Ngeledek Anwar
Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu disebut Hasto punya pengalaman buruk di masa lalu. Terutama pada tahun 2004-2009. “Karena itu ketika kita berada dalam kekuasaan pemerintahan, kita tidak ingin menggunakan cara-cara yang tidak benar,” tegasnya.
Dia juga menegaskan, partainya tak akan menggunakan cara-cara kotor seperti di era Orde Baru yang mereka kritisi. Salah satunya, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme alias KKN. Karena itu mereka tak memperbolehkan adanya nepotisme dalam pengelolaan daftar caleg.
Baca juga : Ngaku Anjlok 8 Persen Di Jabar, Jokowi Bilang Karena Hoaks
Aturan itu membatasi maksimal hanya dua orang dari satu keluarga yang boleh menjadi caleg. Itu pun tak boleh dalam satu tingkatan di dapil yang sama.
Hasto kemudian menyindir Amien, yang keempat anaknya menjadi calon legislatif. “Ada yang mengaku tokoh reformasi, yang dulu getol tolak nepotisme. Eh sekarang empat anaknya menjadi caleg di partainya tersebut. Nepotisme dia langgengkan, maka dia dukung Prabowo-Sandiaga,” sindirnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya