Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jokowi-Maruf Dipercaya Atasi Masalah Kependudukan Dan Kesehatan
Rabu, 20 Maret 2019 16:32 WIB
Sebelumnya
Mengenai kesehatan, Purnawan Junadi juga menyatakan bahwa BPJS sekarang ini telah mencakup 217 juta peserta atau sekitar 77% dari penduduk Indonesia.
Dari sejumlah itu ada sebesar 131 lebih juta orang adalah penerima bantuan iuran artinya preminya dibayar oleh pemerintah pusat APBN sebanyak 95,6 juta orang dan melalui pemerintah daerah melalui APBD sebesar 34,7 juta orang.
Baca juga : Kerahkan Lima Ribu Pasukan Di Ibu Kota
Mengenai kemiskinan, dengan angka 9,66 persen, atau 25,67 juta penduduk miskin dinilai sebuah prestasi yang baik. Demikian juga meningkatnya anggaran perlindungan sosial. Intinya, tidak boleh ada penduduk yang miskin sama sekali.
Solusi selanjutnya, kartu Indonesia pintar kuliah diyakini akan meningkatkan kualitas SDM dan dampaknya pendidikan akan meningkatkan atau memindahkan penduduk dari strata ekonomi di bawah menjadi strata ekonomi di atasnya.
Baca juga : Apapun Bentuknya, Rokok Pasti Merusak Kesehatan
"Kartu pra kerja juga menjadi jembatan dalam krisis mencari pekerjaan. Sehingga orang termotivasi mencari pekerjaan dan tidak menjadi jatuh miskin karena dalam proses pencarian kerja,” ucapnya.[HEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya