Dark/Light Mode

Kasus Korupsi Menjerat Kader Parpol

Elektabilitas PDIP Tetap Melambung

Minggu, 3 Januari 2021 07:11 WIB
Para kader PDIP mengacungkan bendera partainya. (Foto: Istimewa)
Para kader PDIP mengacungkan bendera partainya. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Sebelumnya, LKPI merilis hasil survei terhadap persepsi masyarakat terhadap politik Indonesia. Survei dilakukan pada 20-27 Desember 2020, dengan jumlah responden 1.225 orang, tersebar di 34 provinsi. Jika dikaitkan dengan persepsi kasus korupsi sepanjang 2020, hasilnya 61,8 persen responden menilai tingkat korupsi di Indonesia mengalami peningkatan.

“Hal ini menunjukkan, persepsi masyarakat terhadap upaya pencegahan dan penegakan hukum bagi pelaku korupsi semakin negatif,” kata Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono melalui keterangan tertulisnya. 

Berita Terkait : Elektabilitas AHY Bisa Melambung

Dari hasil survei itu, 79,8 persen responden menyatakan, pelaku korupsi lebih dominan dilakukan kader dan politisi parpol yang ada di pemerintahan dan legislatif. Kemudian, sebanyak 81,9 persen responden memberikan persepsi, korupsi dilakukan kader parpol. Sebanyak 50,7 persen persepsi masyarakat menilai, korupsi oleh kader untuk kepentingan pembiayaan parpol, dan sebanyak 67,7 persen untuk pribadi kader parpol tersebut. 

Sekalipun publik geram terhadap kasus rasuah tersebut, PDIP selaku partai penguasa masih mendapatkan kepercayaan publik. Dalam catatan LKPI, total responden yang masih mendukung PDI Perjuangan berada di kisaran 17,8 persen, atau hanya unggul tipis dari Golkar yang naik di urutan kedua dengan 15,2 persen. 

Berita Terkait : “Kami Sangat Dirugikan...”

Ketiga, Partai Demokrat (10,8 persen). Keempat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan raihan 8,8 persen. Selanjutnya, Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebesar 8,1 persen, Partai Keadilan Sejahtera (6,9 persen), Partai Gerindra (6,6 persen), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebesar 4,2 persen. Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 3,1 persen. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar 2,9 persen, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebesar 1,6 persen. Kemudian partai sisanya di bawah angka 0,5 persen. [BSH]