Dewan Pers

Dark/Light Mode

Koalisi Semakin Gemuk

Oposisi Tinggal Secuil

Kamis, 26 Agustus 2021 07:35 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan saat acara HUT ke-23 PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Senin (23/8/2021). (Foto: Sophan Wahyudi/RM)
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan saat acara HUT ke-23 PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Senin (23/8/2021). (Foto: Sophan Wahyudi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai koalisi pendukung pemerintah kini semakin gemuk dengan masuknya Partai Amanat Nasional (PAN). Masuknya partai yang dikomandoi Zulkifli Hasan itu ke barisan pemerintah membuat partai oposisi di parlemen tinggal secuil; Demokrat dan PKS.

PAN sebenarnya bukan partai baru di koalisi pemerintahan Jokowi. PAN pernah bergabung pada periode pertama Jokowi dan mendapatkan 1 kursi menteri. Namun, pada saat menjelang pilpres 2019, PAN memilih mendukung Prabowo-Sandi.

Desas-desus PAN bakal masuk lagi dalam koalisi pemerintahan memang sudah lama. Kabarnya makin santer setelah pendiri PAN, Amien Rais keluar dari partai tersebut.

Berita Terkait : Kasus Varian Delta Tinggi, Kemenkes Minta 6 Provinsi Tingkatkan Testing Dan Tracing

Nah, kemarin, Presiden Jokowi mengundang Ketum PAN, Zulkifli Hasan ke Istana untuk ikut hadir pada pertemuan partai koalisi. Kehadiran Zulhas -sapaan Zulkifli Hasan- di Istana menegaskan PAN sudah bergabung dengan koalisi pemerintah.

Tak cuma Ketum, Sekjen PAN Eddy Soeparno juga diundang Jokowi. Ia ikut berbaur dengan 6 Sekjen partai partai koalisi lainnya.

Zulhas pun ikut diminta memberikan pandangan dan gagasannya dalam pertemuan itu. Zulhas juga menyampaikan terima kasih sudah diundang dalam forum itu.

Berita Terkait : Menkes Amankan 370 Juta Dosis Vaksin Hingga Akhir 2021

Terkait kehadiran PAN dalam pertemuan itu, Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate memberikan penjelasannya.

Johnny menekankan, kehadiran PAN disambut baik oleh semua petinggi partai koalisi. Meskipun baru masuk koalisi, Ketum Zulhas dan Sekjen Eddy, sebutnya, bukan orang baru dalam relasi politik selama ini. “Kita sudah punya komunikasi batin yang kuatlah,” katanya.

Dengan masuknya PAN ke koalisi pendukung pemerintah, praktis tinggal Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berada di luar koalisi pendukung pemerintah alias oposisi. Otomatis, partai oposisi yang selama ini sudah minoritas, suaranya di parlemen semakin tergerus. Tersisa hanya 104 kursi lagi. Demokrat 54 kursi, PKS 50 kursi.
 Selanjutnya