Dark/Light Mode

Tommy Rusihan Ngaku Dibegal Dari Barisan Militan Demokrat

Kamis, 14 Oktober 2021 19:46 WIB
Ketua Umum BMD Suhaimi tanpa Sekjen Tommy Rusihan Arief di DPP Partai Demokrat, Kamis (14/10
Ketua Umum BMD Suhaimi tanpa Sekjen Tommy Rusihan Arief di DPP Partai Demokrat, Kamis (14/10

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Barisan Militan Demokrat (BMD) Tommy Rusihan Arief geram namanya tidak tercantum sebagai Sekjen di organisasi yang dia bangun susah payah di awal Tahun 2021 ini.

Politik itu kejam, Tommy menduga, namanya dibegal dan hilang dari kepengurusan oleh Ketua Umum BMD Suhaimi.

"Mereka diam-diam buang nama saya dari akta notaris, kemudian keluar surat dari Kementerian Hukum dan HAM, mereka daftarkan ke DPP Partai Demokrat," aku Tommy, kepada RM.id, Kamis (14/10).

Berita Terkait : Sindir Anak Buah Moeldoko, Demokrat : Orang Kalap Sering Silap

Tommy menceritakan, dengan keringat dan air mata, dirinya mendirikan organisasi sayap (Orsap) Partai Demokrat bernama BMD. Hingga akhirnya bisa berdiri pada 1 Mei 2021. Bahkan, sosok Ketum yang membagalnya itu adalah pilihannya sendiri.

"Namun tiba-tiba situasi berubah cepat. Tanpa mengindahkan etika dan moral mereka mulai jalan sendiri," geramnya.

Bahkan, katanya, saat melakukan audiensi dengan DPP Partai Demokrat, mereka tanpa lagi melibatkan Tommy sebagai pencipta, pendiri, sekaligus Sekjen BMD. Situasi ini, katanya, ironis karena DPP Partai Demokrat sedang sibuk melawan pembegalan politik, justru orsapnya telah dibegal.

Berita Terkait : Bukti Nyata Demokrat Koalisi Dengan Rakyat

"Sangat ironis! Di saat Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang berjuang menggadapi para pembegal partai tak bermoral, justru orsap BMD mengalami pembegalan internal," geramnya.

Parahnya lagi, pembegelan justru dilakukan Ketum BMD yang awalnya hanya diajak. Sontak, ini menjadi ironi di saat semua kader dan DPP partai sedang melakukan bersih-bersih dari para pembegal, justru orsapnya mengalami pembegalan.

"Padahal sebagai orsap dan bagian penting perjuangan politik partai utk mewujudkan kerja nyata AHY di 2024, BMD sejak awal sudah membulatkan tekad. Tetapi saat ini justru sebuah contoh model pembegalan yang sangat dibenci Partai Demokrat, malah sedang terjadi di organisasi sayapnya, BMD," tutupnya. [BSH]