Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Menurut Mita, saat ini semua orang sudah tahu narasi yang berkembang dan cukup berpotensi provokatif terkait kecurangan pemilu. Yang seakan-akan, kata dia, ada privilage atau keistimewaan kepada pasangan calon tertentu.
“Ini yang harus dicermati betul-betul. Saya memilih calon ini ya karena dia memang sesuai dengan kapasitas yang saya harapkan,” ujarnya.
Mita menilai, salah satu kunci Pemilu 2024 berjalan dengan baik adalah kesadaran semua masyarakat dan semua komponen banga Indonesia tentang demokrasi. Artinya, semua orang memiliki kebebasan memilih terhadap apa yang diyakini atas apa yang dinilai dari sosok calon pemimpin dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari siapa pun.
Baca juga : KPU-Bawaslu Diminta Hadirkan Pemilu Luber-Jurdil
Kemudian, lanjut dia, saat mengampanyekan sosok tertentu, tidak boleh menggunakan cara-cara yang tidak baik, seperti ujaran kebencian, hoaks, fitnah dan black campign . Kata dia, hal itu justru bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, bahkan melanggar norma agama.
“Kalau menyebarkan sesuatu yang keliru, ya harus (mengakui) keliru. Kalau kita bicara juga harus hati-hati, apakah yang kita sampaikan itu pencemaran nama baik atau tidak, berkaitan dengan ujaran kebencian tidak?,” kata Mita.
Menurut dia, kesadaran demokrasi yang bertanggung jawab sangat penting agar iklim demokrasi di Indonesia tidak mendung apalagi hujan badai. Akan tetapi demokrasi yang sejuk, terang dan menggembirakan untuk semuanya.
Baca juga : Penyelesaian Sengketa Pemilu Sudah Lebih Beradab
“Kosa kata dan narasi harus kita sampaikan secara dialogis. Jangan sampai terkesan menjelekkan nama seseorang. Itu memang harus pintar-pintar sekali dan harus hati-hati,” tutup Mita.
Sebagai informasi, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Rinciannya, pemilih dalam negeri sebanyak 203.056.748 dan pemilih luar negeri sebanyak 1.750.474 pemilih.
Sehingga dengan target partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 sebanyak 81,8 persen atau sebanyak 165 juta pemilih.
Baca juga : Akhir Tahun 2023, BNI Optimistis Kredit Tumbuh 7-9 Persen
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 16/12/2023 dengan judul KPU Optimis, Partisipasi Pemilih Lebih 81,8 Persen
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya