Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
SUPRATMAN
Wartawan Senior
Wartawan Senior
Sebelumnya
Kita tidak mengharapkan kasus-kasus seperti ini menimpa anggota KPU yang baru. Apalagi tugas KPU yang baru ini sangat berat. Tidak main-main.
Pengalaman sebelumnya perlu menjadi pelajaran berharga. Misalnya, banyaknya petugas yang meninggal karena tekanan kerja yang sangat tinggi. Apakah nanti perlu ada pembatasan usia petugas pemilu? Ini perlu dipikirkan.
Baca juga : Katy Perry, Mau Nikah Gagal Terus
Sindiran-sindiran seperti “kardus kok digembok” juga perlu menjadi perhatian. Karena itu, KPU perlu menghadirkan pemilu berkualitas dan berteknologi.
Jangan ada lagi kasus keterlambatan logistik yang sempat mewarnai pemberitaan pada Pemilu 2019 lalu. Karena logistik terlambat, petugas dikejar-kejar waktu.
Baca juga : KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi e-KTP
Akibatnya, banyak petugas menjadi korban. Mereka ditekan banyak pihak. Dikejar waktu. Pemilu bukan hanya sekadar jujur dan adil, tapi juga berperikemanusiaan.
KPU dan Bawaslu juga sudah mengajukan anggaran senilai Rp119 triliun untuk Pemilu dan Pilkada 2024. Anggaran itu terdiri dari Rp 86,3 triliun untuk pemilu dan Rp 22,8 triliun untuk pilkada.
Baca juga : KPK Panggil Ardian Noervianto, Bakal Ditahan?
Dengan biaya sangat besar, di tengah pandemi pula, wajar kalau kemudian ada pertanyaan: rakyat dapat apa? (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya