Dark/Light Mode
Wartawan Senior
Sebelumnya
Aksi-aksi politik di tengah pandemi tersebut bukan tanpa reaksi. Dalam sebuah aksi demo, peserta aksi memajang kritikan tajam lewat tulisan besar, “Pandemi Belum Usai, 2024 Sudah Dimulai”.
Sekarang pandemi (relatif) berlalu, baliho-baliho politik terpampang seolah tanpa hambatan. Di masa pandemi saja berani berkampanye, apalagi sekarang. Semua menawarkan janji manis dan senyum manis.
Efektifkah? Di tengah massa yang atri butif, pengaruhnya cukup terasa. Tapi bagi masyarakat yang mengutama kan substansi, itu tidak terlalu berdampak.
Baca juga : ”Anti Politik Uang”, Basa-basi?
Bagi massa atributif, melihat senyum manis dengan wajah teduh bersahaja mengenakan atribut keagamaan, cukup menjadi dasar untuk memilih. Bagi massa yang mementingkan substansi, itu tidak cukup. Bahkan dinilai sebagai alat untuk memperdaya.
Di sinilah arti pentingnya literasi dalam sebuah pemilihan. Mereka yang ingin menang pemilihan, bisa diuntungkan oleh massa yang minim literasi.
Mengenai tingkat literasi, pada 2019, Program for International Student Assessment (PISA) melakukan survei. Hasilnya: Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara. Masuk jajaran terbawah.
Baca juga : Jangan Mingkem, Jebol Catenaccio!
Ironis. Di saat banyak yang mengkampanyekan dan berjanji akan meningkatkan kesejahteraan dan memajukan pendidikan, di sisi lain, kondisi menyedihkan itu justru bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik.
Miris. Kalau kondisi ini terus bertahan dan tidak ditertibkan, pada pemilu puluhan tahun lagi, billboard dan baliho politik masih akan bertebaran. Apalagi kalau aturannya tidak jelas dan tidak tegas, sampah serta polusi visual bisa menjadi problem akut.
Bukan hanya polusi visual, polusi lingkungan juga bisa kian mengancam. Karena, bahan plastik baliho tersebut akan semakin menumpuk dan berbahaya.
Baca juga : Gadis Cantik Dan Elon Musk
Belum lagi potensi kecelakaan di jalan raya. Karena, tidak sedikit pengendara yang tergoda untuk melirik janji manis dan senyum manis billboard atau baliho politik tersebut.
“Senyum membawa luka…,” begitu lirik sebuah lagu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.