Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Industri politik ini sangat berbahaya. Rakyat akan menanggungnya langsung, mulai dari pungutan liar sampai regulasi-regulasi penting dan strategis yang tidak pro rakyat.
Karena itu, keseriusan dan penuntasan temuan PPATK ini akan menentukan wajah bangsa ini ke depan. Lembaga hukum, termasuk KPK, juga memegang peranan penting.
Baca juga : Game Over, Game Changer
Jangan sampai bangsa ini terbiasa dengan kasus-kasus yang tidak tuntas. Baru menyentuh daun atau dahannya, sudah dianggap cukup. Sudah puas.
Kenapa ini perlu diingatkan? Karena, banyak kasus heboh yang mengguncang negeri ini yang “tidak tuntas”. Hanya bertahan seminggu dua minggu, kemudian menghilang. Lihat saja kasus-kasus terakhir yang awalnya heboh, tapi pelan-pelan meredup.
Baca juga : Cukup Kabel Itu Yang Semrawut
Kasus-kasus tersebut sangat mungkin lahir dari benih penyelenggaraan pemilu yang tidak sehat. Dari dana kampanye yang tidak terkontrol dengan baik.
Pemilu yang sehat dan produktif mestinya bisa menghilangkan korupsi. Jangan menganggap korupsi hanya menjadi urusan para penegak hukum; KPK, Kejaksaan atau Polri. Korupsi juga bisa tumbuh dan lahir dari rahim pemilu.
Baca juga : Buatlah Rapor Janji-Janji
Inilah pentingnya keseriusan dan penuntasan. Kalau tidak, jangan heran kalau bangsa ini masih akan disuguhi kasus-kasus triliunan bahkan puluhan triliun.
Fenomena ini bisa menjadi polusi politik yang tak kalah ganasnya dibanding polusi udara. Bisa membuat “batuk pilek” satu negara. Sangat berbahaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.