Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Pemimpin yang didapat seringkali bukan karena dia yang terbaik, tapi karena kepiawaian mengutak-atik demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Setelah pemilu atau pilkada, bangsa ini menikmati hasilnya. Ada yang berjuang demi rakyat, kelompok, parpol, kolega, keluarga atau pribadi. Macam-macam.
Di DPR misalnya, kita mendapatkan 575 wakil rakyat. Tapi, dalam nada berseloroh, kita sesungguhnya hanya punya “9 wakil”. Merekalah para pimpinan parpol yang berkuasa penuh, yang bisa mengatur arah dan warna negeri ini.
Baca juga : Mencuri Hati Dan Milenial Gen Z
Anggota DPR Bambang Pacul menggambarkannya dengan sangat baik. “Republik di sini ini gampang Pak. Kami semua ini ikut bos masing-masing. Kalau diperintah, siap! Kalau ditelepon suruh berhenti, ya berhenti. Kalau diminta laksanakan, ya laksanakan,” kata Bambang Pacul saat rapat dengan Menko Polkuham Mahfud MD, di DPR, Maret 2023 lalu.
Saat itu, Mahfud mendesak DPR supaya mempercepat proses pembuatan UU Perampasan Aset. Dengan UU itu, aset-aset hasil korupsi bisa dirampas dengan lebih mudah.
Sampai sekarang, ketika pemerintahan dan masa kerja DPR sudah hampir berakhir, permintaan Mahfud itu belum ada titik terangnya. Masih buram.
Baca juga : Siapa Yang Mewarnai DPR 2024?
Orang lebih sibuk bermanuver memburu kekuasaan dan kursi. UU Perampasan Aset yang sangat berguna dalam pemberantasan korupsi, dikesampingkan dulu.
Melihat kondisi seramai ini, ketika menikmati harga BBM, beras, telur yang kian melambung, serta polusi yang meresahkan, rakyat menunggu skenario berikutnya sembari bertanya, “besok, ada plot twist apa lagi!?”
Rakyat terpaksa menonton dengan tenang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.