Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Apa yang dikatakan Ganjar bisa jadi merupakan “strategi” kampanyenya. Namun, ada juga yang mempertanyakan: bukankah selain mengkritik Jokowi, Ganjar juga sedang mengkritik cawapresnya sendiri, Menko Polhukam Mahfud MD?
Inilah menariknya demokrasi di Indonesia. Sudah campur baur. Seperti gado-gado. Kawan jadi lawan, kemudian jadi kawan lagi, lalu jadi lawan lagi. Berputar-putar. Bisa berubah setiap saat. Narasinya pun bisa distel kapan pun.
Baca juga : Gagasan Di Nomor 10?
Secara substansi, menyorot perkembangan demokrasi, beberapa pakar menyebut bahwa salah satu penyebab menurunnya demokrasi di Indonesia karena melemahnya oposisi.
Akibatnya, checks and balances ikut melemah. Pemerintah seperti berjalan sendiri karena oposisi melemah.
Baca juga : Menunggu “Sapu Besar Dan Bersih”
Saat ini pun, ketika terjadi perdebatan tentang kualitas demokrasi, bangsa ini justru sedang menghadapi masalah demokrasi. Hoaks, money politics, netralitas, dan sebagainya, masih menjadi persoalan penting menjelang pemilu.
Bagaimana selanjutnya? Apa yang akan dilakukan presiden berikutnya dalam menyehatkan demokrasi, penegakan hukum, hak asasi manusia serta pemberantasan korupsi?
Baca juga : Akar Rumput Dan “Diabetes Politik”
Siapa pun pemenangnya, bisa jadi akan mengikuti pola presiden-presiden sebelumnya. Mulai dari Soekarno sampai Jokowi. Mereka semua punya legacy dalam berdemokrasi.
Nanti, menjelang Pemilu 2029, apakah skornya masih lima seperti yang diberikan Ganjar? Kita lihat apa yang dilakukan Presiden selanjutnya, dari hari-hari pertamanya di Istana sampai menjelang Pemilu 2029. Poinnya, lima, sembilan, atau justru empat? Menarik ditunggu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.