Dark/Light Mode

Catur Politik Dan Survei Capres

Selasa, 23 Maret 2021 06:09 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

 Sebelumnya 
Apakah ini bisa terjadi dalam catur politik? Bisa saja. Kita lihat hasil survei yang dilakukan Lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis kemarin. Salah satu surveinya ingin melihat capres 2024 pilihan anak muda.

Hasilnya: Anies Baswedan berada di urutan teratas dengan persentase 15,2 persen. Disusul Ganjar Pranowo 13,7 persen, dan Ridwan Kamil 10,2 persen.

Tentu ada pro kontra atas hasil survei ini. Salah satu pertanyaannya: kenapa Anies bisa di urutan pertama?

Baca juga : Capres Dan Sepak Bola

Ada yang punya ”teori”, salah satunya, karena Gubernur DKI Jakarta itu adalah tipe yang semakin dikritik, apalagi dihujat, maka semakin positif buatnya.

Tentu saja “teori” ini belum terkonfirmasi secara ilmiah. Hanya teori ala warung kopi.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga bisa dimasukkan ke “teori” yang sama. Kasus Partai Demokrat yang sekarang heboh, dinilai bisa menjadi momen yang menempa dan membuat AHY semakin besar.

Baca juga : Cabe Dan Beras, Ada Apa?

Lagi-lagi, ini soal marketing politik. Sama seperti Deddy Corbuzier yang berhasil menaikkan citra catur lewat pertarungan Dewa Kipas melawan Irene Kharisma. Siapa pun pemenangnya, Deddy juga juaranya.

Dalam percaturan politik yang semuanya serba mungkin, Anies, Ganjar atau Ridwan Kamil yang sekarang berada di 3 besar capres pilihan anak muda, bisa saja terpental.

Lalu siapa pemenangnya? Promotor. Promotor dalam versi dan wajah politik. Dia bisa tokoh, di panggung depan atau panggung belakang. Bisa juga permainan dan percaturan politik. Di tengah permainan itu, rakyat menonton sambil saling menghujat, mem-bully, memuji dan mendukung. Juga bersorak. Seusai permainan, buah catur terkulai, pemainnya bersalaman. Papan catur ditutup. Dilipat. Nanti dibuka lagi.(*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.