Dewan Pers

Dark/Light Mode

Soal Transfer Kylian Mbappe

Presiden PSG Nyinyirin Tebas

Kamis, 23 Juni 2022 07:00 WIB
Nasser Al-Khelaifi. (Foto: Getty Images).
Nasser Al-Khelaifi. (Foto: Getty Images).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Paris Saint Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi buka suara soal gugatan Presiden La Liga, Javier Tebas. Dia meminta Tebas tidak usah mengajari pihaknya dalam proses transfer pemain. Apalagi meminta dicabut kontrak baru Mbappe di PSG.

“Kami tidak biasa ikut campur urusan klub, liga atau federasi lain. Tapi saya tak terima ada orang lain mengajari kami. Lagian, Tebas itu siapa?” kata Al-Khelaifi seperti dikutip dari The Marca, kemarin.

Berita Terkait : Presiden KSPSI Andi Gani: Kami yakin Presiden Ambil Keputusan Terbaik

Dia menegaskan, tidak akan memperdulikan tentang semua yang diucap Tebas terkuat kontrak baru Mbappe. Sebab, mengenai apa yang dibicarakannya adalah hal yang sudah dilakukan PSG selama bertahun-tahun.

“Kami memiliki proyek sepakbola untuk dibangun dan kami akan bergerak maju. Kami tidak akan khawatir dengan apa yang dikeluarkan media-media. Kami nggak mau membuang waktu dengan hal-hal tersebut,” tegas Nasser Al-Khelaifi lagi.

Berita Terkait : Wow, Nilai Transfer Mbappe Ditaksir Rp 3,18 Triliun

Sebelumnya, Tebas meminta Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) untuk mencabut kontrak baru Mbappe di PSG. Dia menilai ada pelanggaran Financial Fair Play (FFP) dalam kontrak baru Mbappe sebesar 300 juta euro (Rp 4,6 triliun), dan akan menerima gaji bersih 100 juta euro (Rp 1,54 triliun) per tahun.

Sebab, PSG dinilainya tidak mungkin tidak mendapat keuntungan besar di balik angka-angka fantastis tersebut. Apalagi, tidak mendapat keuntungan besar sudah dialami PSG sudah terjadi sejak beberapa musim terakhir.

Berita Terkait : Mak Ganjar Kaltim Gaungkan Ganjar Presiden 2024

Karena itu, Tebas mengajukan komplain kepada UEFA, serta membawa masalah ini ke ranah hukum. Otoritas Liga Spanyol itu bahkan sudah menyiapkan kuasa hukum yang bakal mengajukan tuntutan mereka ke otoritas Liga Prancis (LFP), badan kontrol rekening keuangan klub-klub Prancis (DNCG), hingga Kementerian Olahraga Prancis. ■