Dewan Pers

Dark/Light Mode

Timnas Belgia

Muda Jadi Utama, Senior Lapis Kedua

Selasa, 12 Juli 2022 07:00 WIB
Timnas Belgia. (Foto: Net).
Timnas Belgia. (Foto: Net).

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Belgia masuk tim unggulan di Grup F Piala Dunia 2022 Qatar. Tim berjulukan De Rode Duivels diunggulkan karena satu grup Bersama Kroasia, Maroko dan Kanada.

Tapi, Belgia yang sekarang bukanlah Belgia yang beberapa tahun lalu. Generasi emas dianggap sudah lewat. Dan beberapa pemain baru yang belum teruji, bermunculan.

Pada pegelaran di Qatar mendatang, jelas nama-nama beken akan tetap berada di skuad, contohnya Eden Hazard, Dries Mertens, Romelu Lukaku, dan Kevin de Bruyne.

Dari keempat nama tersebut, mungkin hanya De Bryune saja yang bisa dikatakan berbahaya. Karena pemain seperti Hazard, Lukaku, dan Mertens bukan lagi pilihan utama di timnya masing-masing.

Hazard, di usia yang telah menginjak 31 tahun, nyaris tidak dipakai di Real Madrid. Kemudian Lukaku menjalani musim yang buruk setelah kembali ke Chelsea tahun lalu. Sementara Mertens tidak tampil secara reguler bersama Napoli.

Berita Terkait : Bisa Shalat Idul Adha di Pacitan, AHY Senang Banget

Toby Alderweireld, salah satu bek andalan Belgia, bahkan kini bermain di klub Qatar, Al-Duhail. Secara level, jelas tidak sekompetitif dengan Eropa.

Pemain-pemain yang minim pengalaman di level tertinggi kini mulai dipanggil, seperti Charles De Ketelaere (Club Brugge), Hans Vanaken (Club Brugge), Leander Dendoncker (Wolverhampton Wanderers) dan Arthur Theate (Bologna).

Namun demikian, Belgia tetap menjadi tim yang patut diperhitungkan, apalagi tim-tim kuat seperti Spanyol dan Jerman juga sedang dalam proses regenerasi.

Roberto Martinez diangkat menjadi pelatih Belgia pada 3 Agustus 2016, setelah pagelaran Euro, menggantikan Marc Wilmots. Total, ia telah memimpin Belgia di 74 pertandingan di semua kompetisi. Selama periode tersebut Martinez membawa De Rode Duivels mencatatkan 54 kemenangan, 12 imbang, dan 8 kekalahan.

Bersama Martinez, Belgia juga menjadi tim yang cukup subur. Mereka sudah menyarangkan 206 gol, dengan jumlah kebobolan sebanyak 64 kali.

Berita Terkait : Indonesia Bakal Jadi Kekuatan Ekonomi Keempat Dunia

Karier kepelatihan juru taktik asal Spanyol tersebut diawali di Swansea City pada 2007. Kemudian ia hijrah ke Wigan Athletic pada 2009 dan bergabung dengan Everton pada 2013.

Periode bersama The Toffees mungkin menjadi yang cukup diingat. Didapuk sebagai pengganti David Moyes, Martinez mampu membawa Everton bersaing dengan tim-tim yang bisa dikatakan cukup kuat.

Martinez bahkan membawa Everton finis di urutan lima pada 2014-2015, sekaligus meloloskan tim ke Liga Europa di musim berikutnya.

Martinez juga pernah membawa Wigan menjuarai FA Cup pada 2012-2013 setelah mengalahkan Manchester City di final. Itu menjadi gelar terbaik yang pernah ia raih sepanjang karier kepelatihannya.

Gelandang Manchester City, Kevin de Bruyne rasanya menjadi pemain penting di skuad Belgia saat ini. Berkaca pada penampilannya di klub, pemain 30 tahun itu memainkan peran yang luar biasa, hingga bisa menjadi otak permainan dari The Citizens.

Berita Terkait : Vaksinasi Booster Segera Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub Godok Aturan

Kualitas De Bruyne tidak bisa dipungkiri lagi. Dia bukan hanya pemberi assist terbaik, tetapi juga pandai menemukan celah untuk mencetak gol.

De Bryune turut andil dalam 11 gelar yang telah diraih oleh Manchester City semenjak kedatangannya pada 2015. De Bruyne juga menjadi sosok penting Belgia pada Piala Dunia 2018. Ketika itu ia membawa Belgia finis di tempat ketiga pada pagelaran yang diselenggarajan di Rusia tersebut.

Berkat penampilan hebatnya di level klub maupun Timnas pada tahun tersebut, nilai pasar De Bruyne bahkan menyentuh 150 juta euro (sekitar Rp2,3 triliun). Itu menjadi yang tertinggi dalam karier sepak bolanya.

Jika ditotal, De Bruyne telah mencatatkan 91 caps di semua kompetisi dan menyumbang 24 gol untuk Timnas Belgia. ■