Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Sinergi Kelola SPKLU
PLN, Damri, TEB Kompak Sukseskan Mobil Listrik
Selasa, 26 Juli 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
Lokasi pembangunan SPKLU di Pool Bus Damri, Kemayoran. Ke depan, rute-rute bus listrik akan terus diperluas, khususnya di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Ia berharap, sinergi ini bisa terus dilakukan.
“Semoga dalam waktu dekat, SPKLU-nya sudah siap beroperasi. Produsen busnya juga sudah siap. Legalitas kendaraan sudah oke dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hanya tinggal tunggu kesiapan infrastrukturnya saja,” tegasnya.
Direktur Utama PT TEB, Tania Natasha mengatakan, pihaknya menyambut baik sinergi ini. Karena sesuai dengan misi perusahaan, yang ingin terlibat dalam membentuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Baca juga : ASSA Giat Kejar Peluang Di Bisnis Mobilitas Dan Logistik
“Mungkin tiga tahun pertama, masyarakat masih khawatir menggunakan kendaraan listrik karena teknologinya masih baru. Jadi, kami akan lebih mensosialisasikan lagi program EV, khususnya untuk transportasi umum,” katanya.
Ia mengaku, untuk membangun satu SPKLU berkapasitas 200 KW itu, pihaknya harus merogoh kocek hingga Rp 1,2 miliar per unit.
“Ini SPKLU pertama yang kapasitasnya terbesar di Jakarta. Jadi untuk masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik generasi baru, yang kapasitas baterai-nya 70-80 KW, hanya butuh waktu 20 menit untuk charge mobilnya. Karena ini, termasuk SPKLU ultra fast charging,” bebernya.
Baca juga : Susi Pudjiastuti Sadar Diri, Tegaskan KopiSusi Gerakan Moral!
Sedangkan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mencharge bus Damri antara 30-40 menit.
Terkait tarif, sambung dia, akan mengacu pada tarif SPKLU yang ada di aplikasi PLN.
“Harusnya untuk tarif sama dengan yang ada di aplikasi PLN, antara mobil umum dengan bus Damri. Tapi karena di sini Damri juga ikut dalam satu ekosistem, tentu ada sharing economy yang didapat,” pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya