Dewan Pers

Dark/Light Mode

Prihatin Situasi Labuan Bajo

JK Usul Tarif Pulau Komodo Rp 1 Juta, Kuota Dibatasi 500 Orang

Sabtu, 6 Agustus 2022 13:39 WIB
Jusuf Kalla saat mengunjungi Pulau Komodo. (Foto: Ist)
Jusuf Kalla saat mengunjungi Pulau Komodo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla alias JK ikut menyoroti kenaikan tarif Pulau Komodo jadi Rp 3,75 juta. JK prihatin kenaikan itu membuat masyarakat di Labuan Bajo menggelar aksi demo.

JK yang pernah jadi Duta pemenangan Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia yang baru The New Seven Wonders 2012-2013 mengatakan, Pulau Komodo saat ini sudah mendunia. Bahkan sudah menjadi destinasi favorit yang menyedot ribuan wisatawan. 

Berita Terkait : Link Net Kasih Duit Terima Kasih Rp 700 Juta Ke Pegawai Pajak

Dengan pemberlakuan tarif baru yang tinggi secara signifikan dapat mempengaruhi  jumlah kunjungan wisata ke Labuan Bajo. Yang terkena imbasnya adalah dunia wisata.

“Pada sektor tersebut banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya. Perhotelan, kuliner, pelayaran, unit usaha usaha kecil masyarakat hingga nelayan penangkap ikan yang membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar ikut terkena imbasnya,” ujarnya.

Berita Terkait : HNW Prihatin Data Bansos Tak Tepat Sasaran

Demikian halnya dengan penerbangan yang sebelumnya  ramai, juga terancam kehilangan penumpang. Karena itu tarif ini perlu dievaluasi. Dan saya usulkan tarfinya diturunkan.

“Katakanlah Rp 1 juta dan pengunjung dibatasi dengan kuota, misalnya  500 orang per hari. Jadi angka tersebut terukur dapat 500 juta tiap hari, dan per bulan bisa Rp 15 miliar. lebih pasti,” kata JK. 

Berita Terkait : Rombak Pemain, Persija Bakal Tarik Pulang Ryuji Utomo Dari Penang FC

Dengan demikian, kata JK, masyarakat tetap mendapat penghasilan, karena hotel hidup, restoran hidup dan lain lainnya semua memiliki efek. Dan kota Labuan Bajo bisa hidup kembali. 

“Orang wisata ke Pulau Komodo  mungkin hanya sekali seumur hidupnya. Yang penting sudah pernah lihat. Jadi wisata itu harus memberikan ketenangan. Kalau di daerah wisata tidak tenang, ramai aksi  demo, maka wisatawan tidak akan datang,” beber JK.