Dark/Light Mode

i-Pubers Terus Digenjot, Pupuk Indonesia Yakin Penyaluran Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Jumat, 8 Desember 2023 10:49 WIB
Pupuk Indonesia terus mendukung Kementerian Pertanian Kementan untuk menyempurnakan aplikasi i-Pubers Integrasi Pupuk Bersubsidi. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)
Pupuk Indonesia terus mendukung Kementerian Pertanian Kementan untuk menyempurnakan aplikasi i-Pubers Integrasi Pupuk Bersubsidi. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

 Sebelumnya 
"Pada Juli 2023, Kementan meminta dilakukan piloting i-Pubers. Lalu, pada September, Pupuk Indonesia telah melakukan perluasan. Melalui pengintegrasian ini, lebih menjamin penyaluran pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran," kata Yana.

Yana menjelaskan, dalam implementasinya, secara umum i-Pubers telah beroperasi dengan baik di enam provinsi tersebut.

Namun ia tak memungkiri, secara nasional masih ada sekitar 819 blankspot atau hanya sekitar 3 sampai 4 persen dari total kios. Karenanya, solusi untuk mengatasi itu bisa melakukan transaksi penyaluran di luar titik kios.

Pihaknya juga dibantu operator seluler dengan melakukan upgrade jaringan.

"Kami bersama Kementan terus melakukan penyempurnaan, agar aplikasi i-Pubers ini bisa diterapkan dengan optimal, menjadikan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi semakin baik," ungkapnya.

Baca juga : CCEP Indonesia Suarakan Pentingnya Penggunaan Media Sosial Secara Bijak

Dengan begitu, pupuk bersubsidi dapat diterima petani sesuai regulasi dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Sejauh ini, mekanisme penebusan pupuk bersubsidi menggunakan i-Pubers menjadi jauh lebih mudah.

Sebab, petani cukup datang dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Selanjutnya, kata dia, kios akan melakukan input jumlah transaksi penebusan dan petani menandatangani bukti transaksi pada i-Pubers.

"Pada saat transaksi, KTP milik petani dan pupuk yang ditebus nanti difoto oleh kios, melalui i-Pubers yang sudah dilengkapi dengan teknologi Geotagging," jelasnya.

Baca juga : Indonesia Berhasil Turunkan Emisi Karbon

Bahkan, teknologi ini bisa memberikan informasi tambahan, seperti lokasi geografis dan nama tempat transaksi.

Selain itu, manfaat yang diperoleh antara lain adanya digitalisasi proses penebusan dan dokumen administrasi penebusan pupuk bersubsidi lebih teratur.

Lalu, aplikasi ini memberikan kemampuan untuk menelusuri penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat kios dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Serta, mempermudah kontrol stok produk secara real-time," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, perwakilan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Yanti Ermawati menyampaikan, pengembangan aplikasi i-Pubers merupakan salah satu upaya agar penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran.

Baca juga : Serahkan DIPA Dan TKD 2024, Jokowi: Panggunaan Anggaran Harus Tepat Sasaran

Pasalnya, pupuk bersubsidi ini menjangkau 5.931 kecamatan di seluruh Indonesia. Karenanya, untuk memastikan pupuk bersubsidi betul-betul sampai ke sana, mau tidak mau harus ada aplikasi yang bisa menghimpun hingga bukti-bukti transaksinya.

"Kami mencobanya dengan Pupuk Indonesia. Melalui uji coba ini, kendala-kendala yang muncul bisa dicarikan solusi," kata Yanti.

Yanti menambahkan, i-Pubers ini juga akan dikembangkan untuk rencana Pemerintah dalam memberikan bantuan langsung, di mana uangnya ditransfer kepada petani selaku penerima bantuan.

"Makanya, kita akan terus melakukan perbaikan aplikasi untuk menyesuaikan dengan rencana tersebut,” tandas Yanti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.