Dark/Light Mode

Listrik Gratis, BBM Didiskon

Ayo, Minta Apa Lagi..?

Minggu, 3 Mei 2020 06:11 WIB
Cara mendapatkan listrik gratis (Foto: Dok. PLN)
Cara mendapatkan listrik gratis (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbagai upaya diberikan Pemerintah demi kurangi beban rakyat akibat dampak pandemi corona. Selain bansos dan listrik gratis, Pemerintah beri diskon pembelian BBM. Ayo minta apa lagi... 

Program listrik gratis PLN mulai bergulir April lalu. Sasarannya, pelanggan 450 VA dan 900 VA. Pelanggan dengan daya 450 VA sebanyak 24 juta. Listrik gratis PLN bagi pelanggan golongan ini berlaku selama 3 bulan: April, Mei, dan Juni 2020. Untuk pelanggan 450 VA prabayar, setiap bulan diberikan token gratis listrik dengan jumlah kWh sebesar pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian 3 bulan terakhir. 

Sedangkan pelanggan 900 VA subsidi mendapat diskon 50 persen dari tarif pemakaian bulanan. Untuk pelanggan 900 VA subsidi ini berjumlah sekitar 7 juta. Sementara pelanggan 900 VA nonsubsidi, tidak mendapatkan keringanan pembayaran tagihan listrik atau tetap berlaku tarif normal.

Berita Terkait : Ini Cara Dapat Listrik Gratis 6 Bulan Bagi Pelaku Bisnis Dan Usaha Kecil

Bukan hanya rumah tangga, listrik gratis juga diberikan untuk pelanggan bisnis skala kecil. Pemerintah akan menggratiskan listrik bagi pelanggan bisnis kecil dan industri kecil. Skemanya, gratis listrik diberikan selama 6 bulan dari Mei hingga Oktober 2020. 

Syarat listrik gratis 6 bulan ini yakni mereka yang masuk ketegori pelanggan bisnis skala kecil (B1) dan Industri skala Kecil (I1) yang memiliki sambungan daya 450 VA, termasuk diantaranya 500 ribu pelanggan berbasis token. Nantinya, pulsa listrik gratis yang sudah tersedia langsung bisa digunakan. Lalu bagi pelanggan prabayar, token gratis listrik diberlakukan dengan skema bebas tarif sebesar pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian 3 bulan terakhir (belaku Mei-Oktober 2020). PLN memastikan, pada hari Minggu (3/5), seluruh token sudah di-generate, sehingga program ini langsung dirasakan manfaatnya sesuai target Pemerintah. 

Tak cuma PLN yang memberikan bantuan. Pertamina juga memberikan diskon untuk pelanggannya. Perusahaan pelat merah itu memberikan diskon 30 persen untuk pembelian BBM jenis Pertamax series. Diskon diberikan melalui cashback untuk masyarakat yang melakukan pembelian nontunai. 

Berita Terkait : Alhamdulillah, Keuangan PLN Masih Sehat Walafiat

VP Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, Ramadan Cashback 30 persen merupakan Program Loyalty yang diberikan kepada konsumen yang melakukan pembelian Pertamax Series. Pembelian semua jenis Pertamax, yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina DEX, dan Dexlite di SPBU Pertamina dengan transaksi non-tunai menggunakan Linkaja dari aplikasi MyPertamina, akan mendapat cashback saldo bonus LinkAja. Cashback saldo yang didapatkan yaitu sebesar 30 persen atau maksimal Rp 20.000 per hari untuk transaksi 2.000 konsumen pertama per hari selama periode program dari tanggal 27 April - 23 Mei 2020. “Konsumen bisa mendapatkan cashback tersebut dengan membeli produk Pertamax Series dan Dex Series di SPBU yang sudah terkoneksi dengan aplikasi My Pertamina,” jelas Fajriyah dalam informasi tertulis yang diterima redaksi, kemarin. 

Program cashback ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang sedang menghadapi pandemi corona. Konsumen bisa melakukan pengecekan SPBU yang sudah terkoneksi aplikasi My Pertamina. 

Warganet mengapresiasi bantuan dari dua perusahaan pelat merah itu. Meski ada beberapa yang menilai bantuan dari pertama ribet. “Syaratnya yang gak nahan,” sindir @zilinoel. “Setengah gak ikhlas ngasih diskon nya,” timpal @anto. “Syaratnya ribet banget,” sambar @pulihasibuan. Menurut dia, Pertamina sebaiknya turunkan saja harga BBM. Agar semua rakyat dapat menikmatinya. 

Baca Juga : Regenerasi Kepemimpinan PPP Magnet Untuk Kaum Milenial

Menurut akun @workfrom diskon yang diberikan pertamina itu setengah hati. Karena birokrasi terlalu panjang, dan diskon hanya dibatasi beberapa orang. “Tipikal promo-promo korporasi, heboh di judulnya yang menarik hati; tapi prosesnya bundet,” kicaunya. 

Pengamat ekonomi energi dari UGM, Fahmy Radhi berpandangan mestinya Pertamina sudah bisa menurunkan harga BBM. Soalnya harga minyak dunia saat ini sedang anjlok. Menurut Fahmy, penurunan harga BBM secara serentak akan dapat menaikkan daya beli masyarakat yang sedang terpuruk akibat Covid-19. Kenaikan daya beli itu akan mendukung kinerja konsumsi rumah tangga dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang tahun ini diperkirakan hanya mencapai 2,2 persen. [BCG]