Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Didukung Surplus Neraca Perdagangan
Hari Kelima PSBB Jakarta, Rupiah Tetap Tokcer
Jumat, 18 September 2020 09:41 WIB
Sebelumnya
Faktor lainnya, The Fed yang akomodatif dan akan terus menyuntikkan likuiditas di pasar, juga ikut memberi sentimen positif pada rupiah. Meski ini hanya jangka pendek.
Namun perlu diwaspadai, prediksi The Fed soal pelemahan ekonomi AS yang akan berlangsung lama, juga dapat memberikan sentimen negatif ke pasar keuangan global.
Baca juga : PSBB Jakarta Hari Ketiga, Rupiah Masih Tokcer
"Indeks dolar AS akan bergerak melemah, karena pertumbuhan ekonomi mereka stagnan," kata Ahmad Mikail di Jakarta, Jumat (18/9).
Sementara data ketenagakerjaan minggu ini, diproyeksikan tumbuh stagnan karena ritel sales AS di periode Agustus juga cenderung tak bergerak.
Baca juga : Hari Pertama PSBB Jakarta, Rupiah Sukses Unjuk Gigi
Perbaikan ekonomi AS yang stagnan inilah, yang akhirnya berujung pada pelemahan nilai dolar AS.
"Secara fundamental, rupiah berpotensi masih bisa menguat karena dukungan surplus neraca perdagangan," katanya.
Baca juga : Kementan Dukung Kalbar Gerakan Pengendalian Hama Ramah Lingkungan
Ahmad Mikail memproyeksikan, rupiah hari ini akan menguat di rentang Rp 14.790 hingga Rp 14.800 per dolar AS. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya