Dark/Light Mode

Valuasi Hasil Merger Bisa Capai Rp 282 Triliun

Gojek Dan Tokopedia Wajib Lindungi Data Konsumen

Selasa, 12 Januari 2021 05:47 WIB
Gojek Dan Tokopedia. (Foto : Istimewa).
Gojek Dan Tokopedia. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Dua raksasa ekonomi digital Indonesia, Gojek dan Tokopedia, digadang-gadang bakal merger tahun ini. Jika terealisisasi, hasil merger akan menghasilkan startup decacorn dengan valuasi hampir 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 282 triliun.

Meski begitu, kedua belah pihak belum mau menanggapi rumor tersebut. “Kami tidak dapat mem­berikan komentar terhadap rumor di pasar,” kata Chief of Corpo­rate Affairs Gojek Group Nila Marita, dalam pesan singkat ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Begitu juga dengan Tokopedia. Vice President (VP) of Corpo­rate Communications Tokopedia Nuraini Razak memilih bungkam. Meski kabar ini sudah berkem­bang beberapa hari belakangan.

Berita Terkait : Sepanjang Tahun 2020, Adira Insurance Catat Premi Rp 1,94 Triliun

Nuraini menegaskan, saat ini perusahaannya tak ingin berspekulasi jauh.

“Kami juga tidak ingin berko­mentar untuk spekulasi atau rumor pasar,” tegasnya.

Seperti diketahui, media asal Amerika Serikat, Bloomberg, pada Selasa (5/1) menyebut­kan, Gojek dan Tokopedia te­lah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas bisnis masing-masing (due diligence).

Berita Terkait : Airlangga Proyeksi Anggaran Vaksin Gratis Capai Rp 73 T

Diperkirakan, rencana aksi itu dapat terwujud dalam beberapa bulan mendatang. Selanjutnya, masih menurut Bloomberg, perusahaan hasil merger tersebut akan melakukan pencatatan saham atau go public di pasar modal Amerika Serikat dan Indonesia.

Sementara, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Siti Alifah Dina meng­ingatkan, jika rencana merger ini benar terjadi, perlu sekali memperhitungkan aspek per­lindungan konsumen.

Menurut dia, perlindungan konsumen online, yang beberapa ketentuannya diatur dalam Pera­turan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelengga­raan Sistem dan Transaksi Elek­tronik, sudah sepatutnya termasuk ke dalam proses uji tuntas.

Baca Juga : Perawat Tanpa STR Boleh Tangani Pasien Covid-19

Dan ini merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum penggabungan dan akuisisi dilakukan.
 Selanjutnya