Dark/Light Mode

Naik 3,9 Persen, Utang Luar Negeri Kini Rp 5.858,30 Triliun

Jumat, 15 Januari 2021 10:52 WIB
Foto: Antara58
Foto: Antara58

RM.id  Rakyat Merdeka - Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2020, dilaporkan menyentuh angka 416,6 miliar dolar AS atau Rp 5.858,30 triliun. Terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan Bank Sentral) sebesar 206,5 miliar dolar AS atau Rp 2.903,19 triliun dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 210,1 miliar dolar AS atau Rp 2.954,46 triliun.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar 3,9 persen (yoy). Meningkat dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya, yang mencapai 3,3 persen (yoy). Terutama, disebabkan oleh peningkatan penarikan neto ULN pemerintah.

Berita Terkait : Kasnya Tekor, Arsenal Ngutang Ke Bank Rp 2,2 Triliun

Selain itu, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi Rupiah.

ULN pemerintah tumbuh meningkat dibanding bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah pada akhir November 2020, tumbuh 2,5 persen (yoy) menjadi sebesar 203,7 miliar dolar AS. Lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada Oktober 2020 sebesar 0,3 persen (yoy).

Berita Terkait : Mandiri Salurkan Bansos Kemensos Rp 18,6 Triliun

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menjelaskan, perkembangan ini dipengaruhi oleh kepercayaan investor yang terjaga. Sehingga, mendorong aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN), serta penarikan sebagian komitmen pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"ULN pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,8 persen dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,6 persen), sektor jasa pendidikan (16,6 persen), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8 persen), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,2 persen)," papar Erwin.

Berita Terkait : Harga Kedelai Mahal Dan Langka, Bareskrim Turun Tangan

ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir bulan November 2020, tercatat 5,2 persen (yoy). Lebih rendah dibanding pertumbuhan pada bulan sebelumnya, sebesar 6,4 persen (yoy).

Perkembangan ini disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK), dari 8,3 persen (yoy) pada Oktober 2020 menjadi sebesar 7,2 persen (yoy).
 Selanjutnya