Dark/Light Mode

Dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra Bicara Proyek Tol Cikampek

Mau Nangis Setahun, Apa Seumur Hidup

Kamis, 28 Maret 2019 11:24 WIB
Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra saat menjelaskan proyek jalan tol Cikampek di kantor Redaksi Harian Rakyat Merdeka, Rabu (27/3). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka).
Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra saat menjelaskan proyek jalan tol Cikampek di kantor Redaksi Harian Rakyat Merdeka, Rabu (27/3). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka).

 Sebelumnya 
Mengenai Japek, misalnya, Putra mengakui, banyak yang komplain karena membuat jalur arah Bekasi, Cikampek, macet. “Kalau lewat jalur itu, rasanya pengen nangis saking macetnya,” komentar salah satu Redaktur Eksekutif Rakyat Merdeka yang tinggal di Bekasi. Tiap hari dia ke kantor melalui jalur itu.

Putra bilang begini: “Setahun ini kita nangis-nangis kalau lewat Tol Japek karena macet. Tapi, coba kalau tidak dibangun tol Japek. Pilih mana, nangis setahun atau nangis-nangisnya seumur hidup?” katanya, disambut tawa tim redaksi RM.

Baca juga : Waskita Karya Teken Kontrak Pembangunan Tol Japek II Selatan

Menurut dia, saat beroperasi nanti, tol layang Japek bisa mengatasi kemacetan secara signifikan. Sebab, mereka yang mau menuju Bandung dan Jawa, bisa langsung naik tol layang. Tidak perlu lewat Bekasi, Tambun, Cikarang. Tol layang akan turun langsung di Cikampek. “Ke Surabaya bisa 8 jam,” tambahnya.

Awalnya, tol layang Japek ditargetkan rampung Maret 2019. Namun, diperkirakan selesai September 2019. Kenapa? Ada beberapa faktor penyebab. Antara lain, proyek digarap bersamaan dengan pembangunan Light Light Transit (LRT) dan kereta cepat Jakarta-Bandung serta kendala pasokan material. 

Dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra (tengah) saat berfoto di Ruang Redaksi Harian Rakyat Merdeka bersama Direktur Kiki Iswara Darmayana (kanan) dan Pemimpin Umum Ratna Susilowati (kiri). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka).

Baca juga : James Riady: Ketemu Neneng, Cuma Silaturahmi

Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto menambahkan, waktu kerja yang terbatas juga menjadi penghambat. Proyek hanya bisa dikerjakan saat window time, yaitu pukul 22.00 - 05.00 WIB. “Itu pun kadang bisa molor dua jam karena jalanan masih macet. Atau, tiba-tiba pekerjaan dihentikan karena kondisi cuaca tidak bersahabat,” ujar Bambang. 

Menurut Putra, jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek merupakan proyek sangat berat. Pekerjanya bertaruh nyawa karena harus bekerja di tengah traffic yang padat. Ada 250 ribu kendaraan lalu lalang setiap hari di jalur itu. Satu kesalahan kecil bisa sangat fatal akibatnya. “Ini proyek terberat kedua setelah runway Bandara Soekarno Hatta,” ujarnya. Putra bilang, proyek selesai September ini. “Mohon maaf untuk masyarakat, dan mohon bersabar ya,” pintanya.

Baca juga : Taspen Jual 15 Ribu Paket Pangan Murah

Tentang kecelakaan kerja yang pernah terjadi di proyek Waskita Karya, Putra mengungkapkan, saat ini sudah tidak terjadi lagi. Tahun lalu, memang ada sejumlah kecelakaan kerja di beberapa proyek Waskita dan jadi sorotan publik. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.