Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jelang Rapat The Fed, Rupiah Nyungsep

Rabu, 7 Juli 2021 09:49 WIB
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini rupiah rontok. Rupiah melemah 0,10 persen di level Rp 14.485 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.470 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia  melemah terhadap dolar AS. Dolar Taiwan turun 0,20 persen, won Korea minus 0,56 persen, peso Filipina melemah 0,55 persen, rupee India minus 0,32 persen, ringgit Malaysia minus 0,09 persen, dan bath Thailand turun 0,19 persen.

Berita Terkait : Kena Imbas PPKM Darurat, Rupiah Loyo Lagi

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya naik 0,328 persen pada level 92,550. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,05 persen ke level Rp 17.116, terhadap poundsterling Inggris turun 0,06 persen ke level Rp 19.982, dan terhadap dolar Australia menguat 0,02 persen ke level Rp 10.838.

Pengamat Pasar Keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah berpotensi melemah hari ini karena pelaku pasar mengantisipasi rilis notulen rapat kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, dini hari nanti.

Berita Terkait : Waspadai Data Tenaga Kerja AS, Rupiah Tak Berdaya

"Notulen bisa memberikan indikasi potensi kebijakan moneter Bank Sentral AS akan lebih ketat ke depannya dan bisa mendorong penguatan dolar AS," ujarnya di Jakarta, Rabu (7/7).

Sementara dari dalam negeri, kasus baru harian Covid-19 yang terus melompat naik dan memecahkan rekor masih menjadi kekhawatiran pasar yang menekan rupiah. “Bila terus naik, dikhawatirkan PPKM darurat akan berlangsung lebih lama dan ini akan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuhnya.

Berita Terkait : Meski Banyak Tekanan, Rupiah Dibuka Joss

Pagi ini, pasar juga menunggu data cadangan devisa BI. Menurutnya, data yang menunjukkan cadangan devisa masih bertahan di level tinggi, bisa menahan pelemahan rupiah.

"Potensi pelemahan rupiah ke arah Rp 14.520 per dolar AS, dengan potensi support di kisaran Rp14.450 per dolar AS," pungkasnya. [DWI]