Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bertemu Perwakilan PNG, BNPP Bahas Pembukaan Pos Lintas Batas

Kamis, 23 Juni 2022 22:41 WIB
Foto: Humas BNPP.
Foto: Humas BNPP.

RM.id  Rakyat Merdeka - Papua New Guinea (PNG) berencana untuk segera membuka pos lintas batas dengan Indonesia. Rencana ini disampaikan perwakilan kedua negara bertemu secara informal, di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Perwakilan PNG dipimpin Secretary of Department of Provincial and Local Level Government of PNG Alphonse Gelu, didampingi Konjen RI di Vanimo, Allen Simarmata.

Sementara dari Indonesia, hadir Sekretaris BNPP, Restuardy Daud dan Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, Robert Simbolon.

Berita Terkait : Gelar Audiensi, KPK-ICW Bahas Tren Penindakan Korupsi Dan Vonis Buat Koruptor

Restuardy mengatakan, rombongan Pejabat PNG meninjau Pos Lintas Batas (PLB) Wutung PNG dalam persiapan untuk pembukaan pintu pelintasan RI-PNG, sekaligus meninjau instalasi pengelolaan sumber daya air di sekitar PLB tersebut.

Dalam kesempatan itu, rombongan menyampaikan keinginan untuk mampir ke PLBN kita Skouw. BNPP pun setuju. Akhirnya, mereka mampir ke sana dan berbincang-bincang. 

"Salah satu informasi yang disampaikan dalam pertemuan informal dengan perwakilan PNG, bahwa kesiapan pembukaan pelintasan RI-PNG akan dikonkritkan pada pertemuan Senior Officer Meeting (SOM) yang direncanakan pada pertengahan Juli yang akan datang, dan membahas langkah-langkah terkait dengan kebijakan kedua negara membuka perlintasan," ungkap Restuardy, Kamis (23/6).

Berita Terkait : Lestari Harap Keterwakilan Perempuan Di Parlemen Meningkat

Pada kesempatan yang sama, Robert Simbolon menyatakan, Indonesia menunggu kesiapan PNG untuk membuka pintu pos lintas batas yang berseberangan dengan PLBN Skouw.

Ia turut menginformasikan kepada perwakilan PNG, Indonesia juga mempunyai PLBN lain selain PLBN Skouw yang berbatasan dengan PNG, yaitu PLBN Sota di Kabupaten Merauke.

Selain itu, tahun ini akan diselesaikan PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel yang saat ini dalam tahap pembangunan.

Berita Terkait : Eril Dinyatakan Syahid, Begini Cara Pemulasaran Jenazahnya

Robert berharap, dengan adanya informasi yang telah ia sampaikan pada pertemuan informal ini dapat membuka pembahasan di negara PNG untuk membuka pos lintas batas berseberangan dengan PLBN yang dimiliki Indonesia tersebut.

Soalnya, PLBN Sota telah melayani pelintas batas dari PNG masuk ke wilayah Indonesia untuk pergi ke pasar, gereja, mengunjungi sanak saudara, dan berobat.

"Pada pertemuan informal ini saya meminta kepada Pemerintah PNG untuk mempertimbangkan program pembangunan pos lintas batas beserta infrastruktur jalan yang digunakan oleh pelintas batas PNG di seberang PLBN Sota maupun PLBN Yetetkun," tandas Robert. ■